HOT

Konsumen Perumahan 3 Raksa View Banyak Yang Kecewa

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, KABUPATEN TANGERANG – Para Konsumen yang membeli Kavling siap bangun di Perumahan 3 Raksa View yang berlokasi di Desa Jeunjing, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang Provinsi Banten dengan Pengembang yaitu PT. Nusantara Sakti Propetindo, sangat banyak yang kecewa.

Kekecewan ini terungkap setelah adanya salah seorang konsumen perumahan tersebut yang melalui Kuasa Hukumnya yaitu Ranop Siregar, SH.MH secara resmi melaporkan PT. Nusantara Sakti Propetindo selaku pengelola atau developer Perumahan 3 Raksa View dengan dugaan telah melakukan tindak Penipuan dan Penggelapan sebagai mana di atur dalam pasal 372 dan 378 KUHPidana dengan laporan polisi No. LP/354/K/III/2020/Resta Tangerang, tanggal 20 Maret 2020 lalu.

Penyidik Kepolisian Resort Kota Tangerang pada Tanggal 1 April 2020 telah melakukan pemeriksaan terhadap Wellington dalam kapasitasnya sebagai korban, informasinya Penyidik sudah melakukan pemanggilan terhadap Kepala Desa Jeunjing dan Notaris, hal ini disampaikan Ranop Siregar selaku Kuasa Hukum Wellington, kepada RadarOnline.id, Senin (29/6/2020) “melalui Surat pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) yang saya terima, bahwasanya penyidik sudah memanggil Kepala Desa Jeunjing dan Notaris yang membuat Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) antara klien kami dengan PT. Nusantara Sakti Propetindo.

Ranop menambahkan, “saya mendapatkan informasi bahwasanya ada group konsumen yang berjumlah 49 orang yang juga membeli kavling siap bangun yang di pasarkan Nusantra Sakti Propetindo juga mengaku sangat kecewa dengan developer perumahan 3 Raksa View tersebut, dari 49 orang konsumen, yang mengalami nasib yang sama dengan Wellingtone ada 11 orang yang rencananya telah siap untuk menempuh jalur hukum terhadap PT. Nusantara Sakti Propetindo, bahkan mereka sangat mendukung langkah klien kami ini yang telah menempuh jalur Hukum dengan melaporkan developer ini ke Kepolisian, ujar Ranop mengakhiri pembicaraan.

Adapun permasalahan ini bermula dari Wallington selaku konsumen yang sudah memesan satu unit kavling siap bangun dan sudah melakukan pembayaran dengan menyicil sebanyak 38 kali (3 tahun lebih) pembayaran dari jumlah yang semestinya yitu 96 kali cicilan (8 Tahun) dengan jumlah cicilan sebesar Rp. 4.990.885 perbulan di tambah lagi dengan uang muka sebesar Rp. 20.000.000, total jumlah uang yang sudah disetorkan oleh Wellingtone ke PT. Nusantara Sakti Propetindo sebesar Rp.209.653.630.

Ditengah perjalanan, Wellington ragu untuk melanjutkan pembayaran cicilan untuk Kavling siap bangun di perumahan 3 Raksa View yaitu Blok F1 No 10 dengan luas tanah 150 meter yang sudah melakukan perjanjian pengikatan jual beli (PPBJ), namun karena tidak adanya progres pembangunan di lokasi yang akan dijadikan perumahan dan adanya informasi yang menyatakan bahwa manajemen Nusantara Sakti Propetindo sempat vakum selama satu tahun, tidak ada aktivitas apa apa, hal inilah yang membuat Wellingtone tidak melanjutkan pembayaran cicilan lagi, ternayata didalam perjanjian pengikatan jual beli ada poin perjanjian yang sangat merugikan konsumen yaitu, “apabila terjadi keterlambatan pembayaran lebih dari 30 hari dari tanggal jatuh tempo, maka seluruh uang yang sudah disetorkan menjadi hak milik PT. Nusantara Sakti Propetindo sepenuhnya dan konsumen tidak berhak menuntut apapun. Atas dasar inilah Welington melaporkan PT. Nusantara Sakti Propetindo melalui Kuasa Hukumnya.

RODI SITIO

Share.

About Author

Leave A Reply