HOT

AMPUH Minta Tindak Tegas Kapal MV Shahraz Yang Diduga Mencemari Laut

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, BATAM – Kapal kargo MV Shahraz diketahui masih berada di perairan batu berhenti Pulau Sambu hingga Jumat (5/6). Kapal ini masih tersangkut di atas batu dan terlihat patah.

Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian,
tampak kapal MV Shahraz yang bermuatan ratusan kontainer sudah dipasangi oil spill untuk mengakomodir jika terjadi tumpahan minyak lagi, dan serta di kemanakan tumpahan minyak tersebut oleh pihak kapal tersebut. Apa ada dinas terkait yang memantau atau mengawal klen uap pemberisihan tumpahan minyak yang telah di duga mencemari laut sebelumnya.

Tak hanya itu saja, di sisi kanan kapal terdapat cranebase yang akan digunakan untuk mengevakuasi muatan kapal berupa ratusan kontainer. Sementara itu, dari badan kapal terlihat adanya patahan di bagian tengah kapal dan posisi kapal sudah tampak miring ke kiri. Salah seorang kru kapal yang menggunakan wearpack biru tampak berdiri di sisi kanan belakang kapal.

Ketua DPC Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup (AMPUH) Kota Batam, Budiman Sitompul yang juga berada di lokasi kejadian mengatakan, sangat menyayangkan kejadian kandasnya kapal Iran tersebut. Menurutnya, dari pantauan yang dilakukan, kapal tersebut jelas tersangkut di atas karang.

“Ini bisa terlihat bahwa memang kapal tersangkut di atas karang. Dan bisa dipastikan, karang yang ada, rusak. Makanya kalau ada pihak yang bilang karangnya tidak rusak, saya rasa mustahil,” katanya.

Budiman mengatakan, pihak kapal harus bertanggungjawab atas kerusakan karang di Perairan Batu Berhenti tersebut. Menurutnya, pihak pemerintah baik dari keamanan dan otoritas pelabuhan harus bertindak tegas. “Aparat kita harus tegas menangani ini. Memang benar kalau ini kecelakaan, penyebabnya apa? Kalau memang karena kelalaian, mereka (pihak kapal) harus tanggungjawab dong,” kata Budiman lagi.

Tak hanya itu saja, lanjut Budiman, kapal berbendera iran ini dikabarkan sempat ditolak masuk oleh Pemerintah Singapura. “Kita harus pertanyakan, kenapa kapal ini ditolak? Sebenarnya kapal ini dari mana mau kemana? Dan apa muatan semua kontainer ini? Kalau mereka ditolak masuk oleh Singapura, artinya ada sesuatu. Jangan-jangan kapal ini bawa sesuatu yang membahayakan, muatan yang diduga limbah B3 atau limbah terkontaminasi B3 yang akan di buang ke laut begitu saj.

Untuk itu, LSM AMPUH mendesak instansi pemerintah khususnya, BLH ( Badan lingkungan hidup provinsi), SABANDAR, KPLP, BAKAMLA, POL AIRUD POLDA KEPRI, BEA DAN CUKAI dan DPRD PROVINSI agar publik mengetahuinya apa sebenarnya isi ratusan kontainer itu.

“Kalau benar itu limbah maka sangat jelas sekali telah melanggat UU 32 tahun 2009 tentang Pada Pasal 87 ayat (1) UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup menyebutkan, setiap penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan yang melakukan perbuatan melanggar hukum berupa pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup yang menimbulkan kerugian pada orang lain atau lingkungan hidup wajib membayar ganti rugi dan/atau melakukan tindakan tertentu,” jelasnya.

Dalam Pasal 90 ayat (1) UU ini juga disebutkan, pemerintah dan pemerintah daerah berwenang mengajukan gugatan ganti rugi dan tindakan tertentu terhadap usaha dan/atau kegiatan yang menyebabkan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup yang mengakibatkan kerugian lingkungan hidup.

Bukan hanya pemerintah dan pemerintah daerah, pada Pasal 91 ayat (1) juga disebutkan, masyarakat berhak mengajukan gugatan perwakilan kelompok untuk kepentingan dirinya sendiri dan/atau untuk kepentingan masyarakat apabila mengalami kerugian akibat pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup. Sedangkan organisasi lingkungan hidup dalam melaksanakan tanggung jawab perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, berhak mengajukan gugatan untuk kepentingan pelestatian fungsi lingkungan hidup. Hal ini tercantum dalam Pasal 92 ayat (1) UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Sementara terkait sanksi pidana, Pasal 99 ayat (1) UU ini menyebutkan bahwa setiap orang yang karena kelalaianya,” tandas Budiman.

TOM

Share.

About Author

Leave A Reply