PT Unilever Rungkut Surabaya Langgar Nota Pemeriksaan Khusus Dari Dinas Ketenagakerjaan

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, SURABAYA – Puluhan Karyawan yang berstatus Outsourcing PPJP PT. Unilever sampai sekarang masih belum mendapatkan kepastian hukum dengan telah dikeluarkannya Nota Pemeriksaan khusus dari Pengawasan Ketenagakerjaan.

Padahal, pada tanggal 22 September 2017. Nomor:566/4303/108.05/2017 isinya menyatakan bahwa PPJP yang ada di PT. Unilever Rungkut Surabaya tidak sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Sehingga status 120 orang karyawan PPJP yang dipekerjakan oleh PT. Unilever Rungkut Surabaya beralih status menjadi karyawan PKWTT.

Akan, tetapi pihak PT. Unilever Rungkut Surabaya tidak menjalankan Nota tersebut, bahkan berani melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak melalui PT. DHL.

Namun, dari puluhan karyawan tersebut tetap tidak merespon dengan dikeluarkannya surat PHK dari PT. DHL karena mereka mengacu kepada Nota tersebut pada hari Selasa 31 Maret 2020.

“Kurang lebih 60 karyawan PPJP Yang ada di nota tersebut menuntut bekerja kembali sebagai pekerja tetap PT. Unilever Rungkut Surabaya,” ujar Ahmad Yani.

Lanjut disampaikan Yani, sehingga hari ini kami melakukan konsolidasi dan berdiskusi ke perangkat kami apa yang harus kami lakukan. Karena kami sebanyak 60 orang di PHK Secara Sepihak melalui PT. DHL.

“Kami masih akan terus melakukan perjuangan karena sampai dengan saat ini tidak ada itikad baik dari pihak perusahaan untuk menindaklanjuti nota pemeriksaan dari pengawas tersebut,” seru Tim PC KEP SPSI Surabaya.

NAMIN

Share.

About Author

Leave A Reply