Sekjend FSPMI: Buruh Jangan Menjadi Tumbal Pengusaha

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA – Kalangan buruh menolak wacana yang dikembangkan pengusaha terkait pembayaran THR hanya setengah karena perekonomian sedang sulit akibat pandemi corona. “THR merupakan hak buruh setiap hari raya, sehingga wajib diberikan secara penuh selambat-lambatnya H-7 lebaran,” ujar Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Riden Hatam Aziz di Jakarta, Jum’at (27/3).

Hingga saat ini, kata Riden, banyak babrik masih berjalan normal. Karena itu wacana pengusaha yang hanya bisa memberikan THR sebesar 50% mengusik rasa keadilan.

“Kami minta diliburkan saja belum direspon, ini malah menambah lagi masalah. Jangan mengorbankan buruh di masa sulit ini. Kami (buruh) bukan tum bal krisis,” tegas Riden.

Berbagai kemudahan akan diberikan pemerintah kepada Pengusaha agar tetap bisa bertahan dari situasi sulit ini. Seperti yang disampaikan Menteri Keuangan baru-baru ini, kepada pengusaha akan diberi insentif pajak, kemudahan impor, pelonggaran jadwal setoran pajak korporasi, atau percepatan pengembalian restitusi.

Karena itu, buruh dengan tegas menolak kalau pengusaha masih saja memangkas THR buruh.

“Lagipula THR adalah kewajiban pengusaha setiap tahun. Dengan demikian, seharusnya sudah sejak lama disiapkan anggarannya,” pungkas pria yang duduk di Majelis Nasional Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) ini.

THOMSON

Share.

About Author

Leave A Reply