HOT

Amir : Kejaksaan Diminta Periksa Pembangunan Jalan Desa Polling Anak Anak

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, DAIRI – Pembangunan jalan desa yang menghubungkan desa Polling anak anak dengan desa Dolok Tolong Kecamatan Silima Pungga Pungga, Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara Tahun Anggaran 2019 dipertanyakan. Pasalnya, kegiatan pembangunan Jalan desa tersebut dengan judul kegiatan, Perkerasan Jalan sepanjang 750 meter di tambah dengan bangunan pendukung dengan pagu Anggaran sebesar Rp. 342.394.700 yang sumber dananya dari APBDes dengan pelaksanaan swakelola diduga tidak sesuai dengan spek atau Rencana anggaran biaya (RAB).

Amir berkomentar, “saya meminta Kejaksaan Negeri Dairi melakukan penyelidikan terhadap kegiatan pembangunan jalan desa ini karena informasi yang saya terima dari masyrakat, semestinya setelah dilakukan hamparan batu, selanjutnya harus ditaburi dengan sertu, sehingga tidak menyulitkan pejalan kaki untuk melalui jalan tersebut, tapi hal itu tidak dilakukan dan hal ini patut diduga sebagai penyimpangan, ujarnya kepada RadarOnline.id.

Selain hal tersebut diatas, Amir juga mempertanyakan bangunan pendukung yang disebutkan dalam judul kegiatan, “tidak jelas yang mana bangunan pendukung dan apa fungsinya, menurut hemat saya bangunan pendukung dari jalan ya salauran atau gorong gorong yang harus bisa berfungsi saat turun hujan, sehingga air tidak menggenangi ruas jalan, ujarnya kepada RadarOnline.id baru baru ini.

Masih menurut Amir, “jalan desa yang menghubungkan Polling anak – anak dengan dolok tolong pada tahun 2017 sudah pernah mendapatkan pembangunan, yaitu kegiatan pengaspalan jalan, tapi saat ini jalan yang di aspal tersebut sudah rusak, dan hampir tidak terlihat lagi bekas aspal, masa jalan desa yang sangat jarang dilalui kendaraan hanya bertahan 2 tahun.

Amir yang merupakan anggota LSM Gempita yang juga merupakan putra dari daerah tersebut menambahkan, “pembangunan jalan desa Polling anak anak dolok tolong ini sangat layak untuk diperiksa instansi penegak hukum dalam hal ini Kejaksaan Negeri Dairi, ujarnya.

Kepala Desa Polling anak anak, M. Tambunan yang dimintai tanggapanya melalui WhatsApp ponselnya mengatakan, “kalau pengaspalan yang 2017 itu pekerjaan kepala desa terdahulu saya, ujarnya melalui pesan WhatsApp, ketika disinggung mengenai yang mana yang menjadi bangunan pendukung dari kegiatan tersebut, M. Tambunan mengirimkan beberapa photo pada saat pelaksanaan kegiatan, dan mengatakan bagian pendukung dari kegiatan tersebut yaitu pemakaian alat berat dan Hartop untuk mengantar bahan material ke lokasi.

M. Tambunan membenarkan bahwasanya perkerasan jalan dengan hemparan batu memang tidak ditaburi dengan sertu, ” iya memang tidak ditaburi sertu karena pada saat pengerjaan dulu sedang musim hujan dan tidak ada yang bisa mengantar material ke lokasi, dan itu saya Silpa kan ujarnya, kepada RadarOnline.id.

Namun ketika disinggung berapa besaran yang menjadi Silpa dari kegiatan pembangunan jalan desa Polling anak anak tersebut, Kepala Desa Polling anak anak M. Tambunan tidak memberikan informasi dengan jelas.

RODI SITIO

Share.

About Author

Leave A Reply