WAKA BPKN, Rolas Sitinjak; Permasalahan Klasik Pada Sektor Perumahan

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, BANDUNG – Dalam kurun waktu sampai dengan Desember 2019, Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) telah menerima pengaduan dimana 90% diantaranya adalah SEKTOR PERUMAHAN.

Salah satu bentuk Pengaduan Sektor Perumahan kepada BPKN datang dari warga Komplek Grand Imperial Sakinah, di Jalan Raya Cikoneng RT.006 RW.008 Desa
Bojongsoang, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, atas dugaan adanya pelanggaran hak-hak konsumen yang dilakukan oleh pihak pengembang/pengelola Grand Imperial Sakinah dan Bank Tabungan Negara (BTN) cabang Cinunuk Margahayu dan Bandung.

” Pengaduan sektor perumahan warga Komplek Grand Imperial Sakinah terkait adapun dugaan pelanggarannya terkait Jaminan sertifikat berada pada pengembang yang seharusnya di Bank BTN, Jaminan diagunkan pengembang ke Bank lain, untuk beberapa warga yang telah lunas baik KPR maupun pelunasan ke pengembang hingga saat ini belum memiliki sertifikat, pihak pengembang tidak memenuhi kewajiban fasos dan fasum dan Site Plan dari pengembang tidak sesuai dengan kondisi dilapangan,” kata Wakil Ketua BPKN, Rolas Sitinjak, di Bandung, Sabtu (7/3).

Rolas memaparkan dalam kasus sektor perumahan, permasalahan legalitas tanah dan bangunan, pembentukan Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS), tarif Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL), Keterbangunan Fisik, fasilitas sosial dan fasilitas umum, Serah terima, dan terakhir permasalahan pembiayaan.

“Pada kasus sektor perumahan Warga Komplek Grand Imperial Sakinah Cikoneng Bojongsoang jelas pengembang/pengelola melakukan pembangunan dengan persyaratan yang belum terpenuhi akibat buruknya tata kelola administasi antara pengembang, perbankan dan notaris. Dimana kelalaian pihak pengembang yang tidak melakukan pemecahan sertifikat Induk dan pihak Bank yang hanya memiliki covernote sebagai jaminan untuk pembiayaan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) yang mengakibatkan konsumen belum memperoleh hak kepemilikan, merupakan permasalahan yang classic yang terjadi berulang-ulang,” papar Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Trisakti Jakarta.

Dengan polemik tersebut, lanjut Rolas Sitinjak, BPKN pada tahun 2018 telah memberikan surat rekomendasi kepada Menteri PUPERA dengan No.212/BPKN/07/2018 yang salah satunya merekomendasikan untuk segera menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) dan Peraturan Pelaksanaannya sebagai diamanatkan dalam UU No. 1/2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman dan UU No. 20/2011 tentang Rumah Susun, rekomendasi tersebut mendapat respon yang positif dari Kementerian PUPERA dengan mengeluarkan Permen PUPERA No.11 /PRT/M/2019 Tentang Sistem Perjanjian Pendahuluan Jual Beli Rumah.

“Permen tersebut mengatur Perjanjian Pendahuluan Jual Beli atau Perjanjian Pengikatan Jual Beli yang selanjutnya PPJB ditandatangani oleh calon pembeli dan pelaku pembangunan yang dibuat dihadapan Notaris,” ujar Rolas yang kerap dimintai keterangan sebagai ahli hukum Perlindungan Konsumen.

Oleh sebab itu, pengaduan masyarakat terkait perumahan didasari karena lemahnya pengawasan terhadap aspek perikatan jual beli antara konsumen, pengembang, dan Bank (Lembaga Pembiayaan), Maka itu, kita ingin langkah segera dari pemerintah untuk dapat memulihkan hak-hak konsumen. Ke masa depan kepercayaan bertransaksi (Confident To Transact) perlu diwujudkan melalui kepercayaan transaksi yang terbangun atas seluruh 3 (Tiga) Pilar pemangku transaksi, yaitu: Pemerintah, Pelaku Usaha, dan Konsumen secara menyeluruh dan berkesinambungan.

Dalam kasus sektor perumahan warga Komplek Grand Imperial Sakinah Cikoneng Bojongsoang, BPKN akan memanggil semua pihak untuk dimintai informasi dan klarifikasinya.

“Negara harus hadir disini. Apalagi bank yang kerap bermasalah adalah bank plat merah. Bank tidak cuma mencari keuntungan, tapi mereka terikat akan moral obligation yaitu melindungi warga/konsumen atas perumahan sebagai aset dan tumpukan kehidupan,” tegas Rolas, Wakil Ketua Umum Federasi Advokat Republik Indonesia.

YEN

Share.

About Author

Leave A Reply