HOT

Wakil Ketua BPKN, Rolas Sitinjak: Negara Harus Memberikan Solusi Terhadap Kelangkaan Masker

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA – Aksi penangkapan terhadap para penimbun masker yang kini marak tak dapat menyelesaikan masalah. Bahkan hal tersebut membuat kelangkaan masker kian terjadi lantaran ketakutan pedagang menjual masker yang bisa dianggap sebagai penimbun.

” Dari pantauan saya, sekarang malah terjadi kekosongan masker. Patut diduga penangkapan penimbun masker tak menyelesaikan masalah karena pedagang khawatir. Kalau masker kosong, dalam kondisi kekhawatiran penularan wabah virus saat ini membuat kekacauan. Penegakan hukum memang perlu, tetapi yang memberikan jalan keluar, bukan menambah masalah baru. Karena itu, Negara harus hadir memberikan solusi,” kata Wakil Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Rolas Sitinjak, di Jakarta, Kamis (5/3).

Rolas mempertanyakan aksi penangkapan penimbun masker tersebut. Apabila merujuk Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Rolas menyebutkan bahwa masker bukan termasuk kebutuhan pokok. “Masker ini kan bukan kebutuhan pokok. Jadi, saya rasa tidak kuat landasan penangkapan tersebut,” sebut doktor Ilmu Hukum dari Universitas Trisakti Jakarta.

“Dalam hal ini pemerintah atas nama Negara bisa memberikan solusi dengan menghadirkan kuantitas masker lebih masif. Caranya bisa memberikan ijin produksi secara cepat. Di Cina saja perijinan pabrik masker bisa selesai dalam sehari. Atau bisa memberikan kemudahan impor,” paparnya.

Rolas bercerita, saat ini hanya Singapura yang masih bisa menjadi negara asal pembuatan masker. Dalam kalkulasinya Cina dan Amerika Serikat (AS) sebagai produsen masker sudah menutup keran ekspor masker untuk memastikan kebutuhan dalam negerinya.

“Cara mereka (AS dan Cina) bisa ditiru. Tujuannya bagaimana bisa memastikan kebutuhan tersedia,” urainya.

Selain itu, Rolas juga mengkritisi perijinan usaha masker baik dalam perdagangan maupun produksi. Baginya, masker yang saat ini dipakai masyarakat merupakan masker penahan debu yang seharusnya tidak termasuk alat kesehatan.

“Berbeda dengan masker yang dipakai tenaga medis memang termasuk kategori alat kesehatan karena berbeda dengan yang dipakai masyarakat. Ini mungkin bisa jadi pertimbangan,” tutur advokat yang telah lima kali memenangkan gugatan kepada maskapai Lion Air atas aksi penelantaran konsumen tersebut.

“Saya tidak pro pelaku usaha atau berdagang. Saya hanya memastikan agar aturan dan penegakan hukum itu bisa menjadi solusi guna memastikan Konsumen (masyarakat) mudah mendapatkan masker,” tegas Rolas.

YEN

Share.

About Author

Leave A Reply