Perlindungan Konsumen Menjadi Sentral Ditengah Epidemi Global

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA – “Pemerintah perlu melakukan langkah-langkah luar biasa untuk mempertahankan konsumsi sebagai instrumen utama pertumbuhan ekonomi nasional” dinyatakan oleh Ardiansyah Parman, Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional dalam Jumpa Pers di Jakarta, Senin (2/3).

Waspada Corona Ditingkat Tertinggi

Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, menaikkan status risiko dari virus corona ke level tertinggi. Peningkatan status penyebaran virus corona ke level tertinggi setelah epidemi itu menyebar ke sub sahara Afrika dan membuat pasar keuangan merosot. Virus corona telah menyebar diseluruh dunia selama sepekan terakhir dan muncul disetiap benua kecuali antartika. WHO mencatat virus ini telah menewaskan lebih dari 2.900 orang dan menginfeksi lebih dari 89.000 orang diseluruh dunia.

Indonesia terdampak, hari ini, Selasa, 2 Maret 2020 Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa 2 (dua) Warga Negara Indonesia positif Corona meski begitu dampak ekonomi akibat virus mematikan ini sudah terasa.

Dampak ekonomi yang paling terasa adalah sektor pariwisata. Dari data kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif, dilansir bahwa jumlah wisatawan terutama mancanegara yang datang ke Indonesia menurun 30 persen.

Bahkan akhir sudah dirasakan dampak terhadap pasar modal, yang tercermin dari tekanan di bursa efek dan atas nilai tukar Rupiah. Pemerintah menegaskan,sudah menyiapkan antisipasi terkait dampak ekonomi akibat merebaknya virus corona. Salah satu antisipasinya adalah dengan melakukan percepatan belanja negara disektor pariwisata, dan sektorlainnya. Epidemi Covid19 ini juga memperketatnya lalulintas perdagangan antar bangsa, sebagai akibat melesunya pasar dan perekonomin dunia. Pelesuan ini diperkirakan akan menekan lalu lintas eksport dan import dunia, tidak terkecuali Indonesia.

Pusat penelitian ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia memprediksi virus corona akan mempersulit pertumbuhan ekonomi Indonesia. Upaya mempertahankan Konsumsi sebagai mesin pertumbuhan akan sangat sulit. Konsumsi tercatat menjadi penyumbang besar pertumbuhan perekonomian nasional(56-58%). Apabila gejala-gejala diatas berkembang tidak terkendali terhadap seluruh sisi pertumbuhan, kinerja pembangunan nasional dapat terganggu, baik untuk jangka pendek, menengah maupun panjang.

Dengan demikian visi 2045 Presiden dimana PDB mencapai US$7triliun, dengan PDB perkapita pertahun mencapai 320 juta atau 27 juta/kapita/bulan dengan pertumbuhan rata-rata pertahun sebesar 7,7%, harapan Indonesia sudah masuk 5 besar ekonomi dunia dengan kemiskinan mendekati NOL (%) serta cita–cita pada satu abad Indonesia merdeka untuk keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah (Lowerincome), akan semakin sukar diwujudkan.

EDISON MUNTHE

Share.

About Author

Leave A Reply