HOT

PT. Nusantara Sakti Propetindo Deplover Perumahan 3Raksa View Tidak Profesional

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, KABUPATEN TANGERANG – PT. Nusantara Sakti Propetindo selaku pengembang atau deplover perumahan 3Raksa View duduga sangat tidak profesional, hal ini sangat jelas terlihat dari beberapa poin isi perjanjian pengikatan jual belinya dengan konsumen yang memesan kavling siap bangun di lahanya tersebut.

Dalam perjanjian pengikatan jual beli (PPJB) antara konsumen dan PT. Nusantara Sakti Propetindo yang diwakili oleh Lukman Nurhakim selaku Komisaris Perseroan bertindak untuk dan atas nama perseroan tebatas selaku Pihak Pertama menyebutkan, “bahwa pihak pertama adalah pemilik tanah AJB Hak Milik Nomor 466/Cisoka/2010 persil 128.D Blok 005 Kohir No. C. 1020/SPPT 066, AJB Hak Milik Nomor 319/Cisoka/2013 Persil :173. D Blok: 005 Kohir Nomor C: 1020/sppt: 066, AJB Hak Milik Nomor 261/Cisoka/2011 Persil: 128.D Blok: 005 Kohir Nomor C:898, AJB Hak milik nomor 072/Cisoka/2014 Persil 123.D Blok 007 Kohir Nomor C. No. 751 SPPT 0124.0-, Terletak di Banten Wilayah Kabupaten Tangerang, Kecamatan Cisoka, Kelurahan Jeunjing”.

PT. Nusantara Sakti Propetindo baru memiliki sebatas Akte Jual Beli (AJB) sebagai alas kepemilikin untuk lahan yang akan dibangun tapi sudah melakukan transaksi jual beli dengan konsumen, dan dapat dipastikan pada saat terjadinya perjanjian pengikatan jual beli PT. Nusantara Sakti Propetindo belum memiliki izin yang lengkap, hal ini merupakan bukti bahwa pengembang perumahan 3Raksa View tersebut sangat tidak profesional.

Selain hal tersebut diatas, dalam perjanjian pengikatan jual beli yang dilakukan oleh PT. Nusantara Sakti Propetindo dengan konsumenya sangat tampak jelas bahwasanya sedikitpun tidak ada terlindungi hak – hak konsumen, seperti halnya dalam pasal 4 Perjanjian Pengikatan Jual Beli disebutkan, “Dalam hal terjadi keterlambatan pembayaran sejak tanggal jatuh tempo tagihan, maka pihak kedua tidak diperkenankan mengajukan klaim (tuntutan) dalam bentuk apapun kepada pihak pertama, dalam hal terjadi keterlambatan 30 hari kalender sejak tanggal jatuh tempo tagihan, maka secara otomatis transaksi menjadi batal dan seluruh uang angsuran yang telah dibayar pihak kedua menjadi milik pertama seluruhnya dan terhitung sejak tanggal tersebut pihak pertama berhak menjual unit tersebut kepada pihak lain dan pihak kedua tidak berhak menuntut apapun kepada pihak pertama.”

Ketika hal tersebut diatas di konfirmasi oleh RadarOnline.id ke pihak PT. Nusantara Sakti Propetindo yang berkantor di Rukan Apartemen Permata Eksekutif Jl. Pos Pengumben Raya, Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kebun Jeruk Jakarta Barat, Ilham yang mengaku sebagai bagian dari operasional perusahaan tersebut tidak banyak berbicara, hanya mengatakan “segala yang menyangkut perjanjian pengikatan jual beli itu bukan ranah saya, nanti bagian legal kami yang memberikan penjelasan ujarnya, beberapa waktu lalu sembari memberikan nomor kontak bagian lagal tersebut.

Ketika disinggung berapa jumlah kavling yang di pasarkan oleh 3 Raksa View dan berapa yang sudah terjual, Ilham dengan ragu ragu mengakatan sekitar 300 unit, tapi tidak ketahui apakah ke 300 unit tersebut sudah laku terjual atau belum, karena Ilham tidak memberikan penjelasan dengan baik.

RODI SITIO

Share.

About Author

Leave A Reply