Hakim Pengadilan Tinggi Makassar Putuskan Pengelolaan Pasar Butung Jatuh Ditangan Muh Anwar Cs

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, MAKASSAR – Majelis Hakim Pengadilan Tinggi (PT) Makassar, menolak upaya banding keempat Tergugat terkait kasus sengketa pengelolaan pusat grosir Pasar Butung Makassar.

Penolakan banding itu, berdasarkan surat putusan majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) Makassar, Nomor : 443/PDT/2019/PT MKS, tanggal 4 Februari 2020. 

Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Makassar yang diketuai, Ahmad Semma, dalam amar putusannya, menolak seluruh dalil yang diajukan oleh tergugat yakni Rahman Malarangeng, Andri Yusuf, Kamariah Karim dan H Irsyad Doloking. 

Serta menguatkan putusan Majelis hakim Pengadilan Negeri Makassar, terkait gugatan perdata para penggugat dalam hal ini pengelola pusat grosir Pasar Butung. 

Para tergugat dinyatakan terbukti melakukan perbuatan melawan hukum, Menghukum tergugat 1,2,3 dan 4 secara tanggung renteng membayar uang paksa sebesar Rp1 miliar, per 7 hari serta mengosongkan kantor pengelola. 

Apabila para tergugat lalai dalam melaksanakan putusan ini, sampai berkekuatan hukum tetap. Adapun tindakan yang selama ini di lakukan oleh Andri yusuf.Cs tidak sah termasuk melakukan aktivitas kepengelolaan di pasar butung kota makassar

Kuasa Hukum para Penggugat, Hari Ananda Gani mengatakan, setelah mengalami proses hukum yang panjang di Pengadilan Negeri Makassar hingga Pengadilan Tinggi Makassar, menolak banding para tergugat, menguatkan putusan Pengadilan Negeri makassar, menghukum kembali  para tergugat (pembanding), untuk membayar biaya perkara. Terkait pada masalah kehadiran lawan saya mengelola pasar butung saat ini, mereka adalah koperasi bodong.

“Saya bisa katakan mereka semua ini adalah koperasi bodong. Dengan landasan adanya putusan Pengadilan Negeri Makassar hingga pengadilan Tinggi Makassar yang menyatakan DRS Muhammad Anwar.Cs adalah pengelola yang sah, ” ungkapnya dihadapan awak media, Jumat, (14/2).

Dipihak lawan, lanjut Lawyer yang murah senyum ini, sangat kecewa dengan kehadiran Andri Yusuf bersama pengurus-pengurus bodong, karena ada pihak pedagang yang jumlahnya ribuan di Pasar Butung mereka di zolimi. Salah satu bentuk penzoliman Andri Yusuf. Cs adalah melakukan aktivitas pemungutan uang sewa losd yang tanpa di dasari bukti bayar yang seharusnya di pegang oleh para pedagang yang ingin memperpanjang sewa losdnya. 

“Hal ini sangat fatal sekali dan akan berimplikasi hukum ke masalah lain atau dengan kata lain akan muncul masalah baru lagi, “ujarnya.

“Kemana mereka mengadu kalau pengurus koperasi yang tidak sah mengelola Pasar Butung. Kenapa sampai sekarang juga pihak pemerintah kota tinggal diam, ” ketusnya.

Ia pun berharap kepada Dirut PD Pasar yang saat ini dipimpin oleh orang baru. Semoga Saja dengan di pimpinnya orang baru akan memberikan konstribusi baru yang berpihak kepada para pedagang di pusat grosir butung kota Makassar.

BACHTIAR BARISALLANG

Share.

About Author

Leave A Reply