Polisi Amankan Komplotan Penyedia Wisata Seks Halal

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA – Bareskrim Polri bongkar praktik Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus wisata seks halal. Para pelaku yang ditangkap NN (penyedia perempuan), OK (penyedia perempuan), HS (penyedia laki-laki, WN Arab), DO (yang membawa korban untuk di booking) dan AA (pemesan). Bahkan, mucikari WNI juga berasal dari negara timur tengah sudah diamankan, di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat.

” Jadi, bermula kasus ini dari viralnya video di youtube yang menawarkan wisata seks halal di Puncak, Bogor. Selain video ini beredar ke internasional. Bahkan ada testimoninya dari para korban dan pelaku‎. Akhirnya dilakukan penyelidikan dan ditangkap lima tersangka,” ujar Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Argo Yuwono, Jumat (14/2), di Mabes Polri.

Ditempat yang sama, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Ferdi Sambo menjelaskan, bahwa modus yang dilakukan yakni melalui booking out, kawin kontrak dan short time.

“‎ Artinya, setiap para korbannya dipertemukan dengan pengguna yang merupakan WN Arab yang ingin melakukan kawin kontrak ataupun booking out short time di vila daerah puncak dan di apartemen di kawasan Jakarta Selatan,” jelasnya.

Menurutnya, bahwa tersangka NN dan OK merupakan muncikari atau penyedia perempuan‎. Tersangka HS penyedia WN Arab. Korban dibawa oleh NN dan OK ke HS menuju vila menggunakan mobil yang dikendarai oleh DO. Jadi, untuk paket kawin dari mucikari harga Rp 7-10 juta dengan jangka waktu pemakaian satu minggu. Sedangkan booking out ditaripkan Rp 500 ribu berdurasi 2-3 jam.

“Sedangkan perempuan penyedia jasa prostitusi kebanyakan berasal dari Jawa Barat. Setiap keuntungan yang diperoleh, 40 persen untuk muncikari sedangkan 60 persen untuk perempuannya. Jadi, untuk merekrut dari kampungnya. Sudah ada orang-orangnya dari dulu,” tutur Ferdi.

Ferdi menambahkan, bahwa dari kelima tersangka, Polisi menyita barang bukti berupa enam ponsel, uang tunai Rp 900 ribu, print out pemesanan villa dan apartemen, invoice, paspor bersama dua buah boarding pass.

” Jadi untuk mempertanggung jawaban atas perbuatannya, kelima tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 dan ayat 2 UU No 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang‎ (TPPO) dengan ancaman hukuman minimal tiga tahun penjara, maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya.

YEN

Share.

About Author

Leave A Reply