LSM Minta Audit Harta Kekayaan Oknum Kabid Air Bersih Dinas Cipta Karya Kota Batam

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, BATAM – Dugaan permainan oknum pejabat Dinas Cipta Karya mulai tercium dikalangan aktivis dan LSM. Dimana, sewaktu ‘D’ menjabat Kasie dibidang sumber daya air di Dinas PU Tiga Tahun yang silam diduga banyak bermain mata dengan rekanan konsultan maupun kontraktor. Dan bukan hanya itu saja, tetapi anggaran pemeliharaan drainase pada saat itu diduga banyak tidak jelas penggunaannya.

Pada saat SHR menjabat Kabid SDA (sumber daya air), inisial D dipercayakan sebagai tangan kanannya bahkan hingga sekarang. Setelah inisial ‘D’ menempati jabatan empuk sebagai Kabid Air beraih di Dinas Cipta Karya, dia juga mempunyai peranan penting dalam pengelolaan anggaran pemeliharaan maupun pendapatan air bersih dibelakang Padang maupun daerah interlen lainnya.

Semenjak menduduki jabatan strategis, harta kekayaan D mulai melijit karena memiliki rumah mewah 2 lantai di Perumahan Bukit Palem Permata Batam Centre dan juga memiliki mobil mewah. “Jadi, sangat heran bagi kalangan LSM dan aktivis, mereka mempertanyakan D yang masih menjabat eselon III sudah punya rumah mewah dan perlu dipertanyakan,” ujar salah seorang LSM.

Ketua LSM Tipikor, Albert mengatakan anggaran pemeliharaan drainase pada saat SHR menjabat Kabid dan D menjabat Kasie di Sumber Daya Air di Dinas PU minta Kejaksaan supaya diusut agar diaudit penggunaan anggaran pemeliharaan drainase pada saat itu.

” Dan bukan itu saja yang perlu diusut oleh kejaksaan, tetapi anggaran pemeliaraan dan pendapatan dari bersih perlu juga diusut karena masyarakat tidak tahu berapa penggunaan anggaran pemeliharaannya dan juga pemasukan air bersih ke kas daerah,” tegasnya.

Dikatakannya, sejak SHR mendapat jabatan beliau telah memiliki rumah yang cukup bagus dikomplek perumahan Royal Grandee Batam Centre dan juga memliki mobil mewah. Jadi patut dipertanyakan kedua oknum pejabat Dinas Cipta Karya yang telah memiliki harta melijit.

“Kami LSM Tipikor akan menyurati Kejati dan Kejagung agar di usut dugaan permaianan oknum pejabat Dinas Cipta Karya,” ungkapnya.

Sewaktu dikonfirmasi ke Kadis Cipta Karya, Suhar justru tidak mau ditemui dan begitu juga Kabid Air Bersih menghindar dari wartawan. Bahkan beberapa kali dihubungi lewat seluler tidak bisa.

TOM OSC

Share.

About Author

Leave A Reply