Skandinavia Apartemen Optimis Bisnis Properti  Semakin Bergairah Jelang Akhir Tahun

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Sugiyanto Lie, Direktur Skandinavia Apartment.

RadarOnline.id, JAKARTA – Pasca pelantikan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin pada 20 Oktober 2019 sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI 2019-2024 yang berjalan dengan lancar dan aman, membuat suasana semakin kondusif. Para pegembang dan pengamat properti meyakini iklim investasi akan semakin membaik dan bisnis properti akan semakin bergairah. 

“20 Oktober kemarinkan berjalan dengan aman, jadi kita lihat ekonomi seharusnya lebih baik. Apalagi tanggal 24 kemarin BI rate turun lagi, kalo BI rate turun berartikan Pemerintah punya optimisme yang tinggi bahwa ekonomi tahun depan akan membaik,” kata Sugiyanto, Direktur Skandinavia  Apartemen, Sabtu (26/10).

Melihat kondisi positif tersebut Skandinavia Apartemen yang sebulan sebelum pelantikan tepatnya tanggal 20 September 2019 telah lebih dulu menunjukan optimismenya dengan meluncurkan Skandinavia Lagom yang dalam bahasa Swedia artinya ‘Cukup’ sebanyak 200 unit. Ini merupakan 200 unit terakhir dari Skandinavia Apartemen yang terletak di Jl.Jendral Sudirman No.1 Tanggerang.

“Unit Lagom yang paling murah sekitar Rp. 850 juta untuk hardcash yang tadinya dibandrol dengan harga Rp. 975 juta. Jadi harganya jauh lebih murah sekitar 10 persen,” kata Sugiyanto Lie.

Skandinavia Lagom hanya memiliki 2 tipe saja yakni 1 Badroom Suites dan 2 Badroom Junior dengan luasan semigross 44,81m2. 200 units Skandinavia Lagom ada di lantai 21 sampai lantai 36 dengan target penjualan perbulan sekitar 20 units.

Direktur Skandinavia Apartemen, Sugiyanto Lie menjelaskan bahwa untuk konsep smarthome Skandinavia Lagom mengadopsi dari Alter Ego yaitu berbentuk aplikasi. Didalam aplikasi itu nanti ada e-engineering. Jadi dia memberikan contoh ketika kita bangun dan tiba-tiba melihat ada yang bocor kita bisa memfotonya dan masukkan photo tersebut kedalam aplikasi dan itu nantinya akan mengundang enginerring datang ke unit kita untuk melihat dan apa yang bisa dilakukan dan mengajukan ke pengelola. Aplikasi smarthome ini juga bisa untuk mematikan lampu, dan Ac pada unit kita. Bukan hanya itu kedepan Aplikasi Smarthome ini juga akan dikembangkan untuk memudahkan para penghuni dalam berbelanja mengorder kebutuhan sehari-hari mereka.

“Terhitung sejak diluncurkannya Lagom pada 20 September 2019 sudah ada sekitar 10 unit yang laku terjual,” kata Sugiyanto 

Sugiyatno, menjelaskan bahwa Skandinavia Lagom tidak full furnish seperti Alter Ego, jadi menurut dia untuk interiornya sudah tidak dibuatkan lagi atau kosongan. Namun demikian Lagom akan memberikan designer Bitte Desain Studio. Menurut Sugiyanto mereka ini sudah cukup banyak berpengalaman dibidang perhotelan. Nah pembeli unit Lagom akan diberikan ‘free’ dia punya gambar kerja. Jadi pemilik-pemilik Lagom nanti tinggal bawa gambar kerja itu ke pihak interior.

Untuk bulan ini Sugiyanto menuturkan ada Voucher sebesar Rp. 20 juta bagi Customer yang deal dan Tanda Jadi sebesar Rp.5 juta dan melakukan pelunasan sebesar Rp. 20 juta pada akhir bulan, jadi Total pelunasan sebesar Rp.25 Juta akan mendapatkan Voucher sebesar Rp. 20 juta yang akan di terima pada angsuran ke 3.

Skandinavia Lagom targetnya untuk mereka yang mau pake sendiri atau mau sewa. Jika pemilik unit Lagom nantinya ingin bergabung ke Fika Rooms pemilik unit harus mendisain unitnya seperti desainnya Fika Rooms tentukan baru bisa bergabung ke Fika Rooms. Sampai saat ini sudah bayar ke Fika Rooms ada sekitar 80 an pemilik unit. Untuk saat ini sudah ada 20 kamar yang dijadikan ‘trial’ tetapi data basenya masih menggunakan Novotel dengan start harga di Rp.800 ribuan. harga itu juga masih akan digodok mungkin harganya akan ada di Rp. 600 ribuan sampai Rp.700 ribuan itu masih bisa. Fika Rooms juga menawarkan keunggulan-keunggulan dengan kamar yang luas, dan fasilitas kolam renang yang baru, jauh lebih luas, tempat Gym Center juga luas, koridor juga lebih besar, luas unitnya 35m2 dapat 2 kamar. 

“Jadi mereka kesini happy semua. Kita cukup optimis Fika Rooms akan melejit nantinya” kata Sugiyanto.

Terkait fenomena pengembang beralih ke rumah tapak, Sugiyanto menilai jika dirinya memiliki lahan baru untuk sementara akan menahan dulu untuk membangun apartemen. Dia lebih memilih membangun rumah tapak ketimbang apartemen, karena pada rumah tapak yang terjual baru akan dibangun dan yang di jemur harga akan naik.

EDISON MUNTHE

Share.

About Author

Leave A Reply