Pelajaran TIK Diduga Sumber Pungli SMPN 1 Jayanti

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, KABUPATEN TANGERANG – Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) atau yang biasa disebut dengan Komputer diduga menjadi sumber pungutan liar (Pungli) di SMP Negeri 1Jayanti Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, adapun pungutan liar ini sudah berlangsung sejak lama.

Wawan Setiawan selaku Kepala SMPN 1 Jayanti mengatakan, “pelajaran TIK atau komputer ini atas dasar permintaan orangtua, dan hal ini sudah berlangsung jauh sebelum saya menjadi kepala sekolah,” ujarnya kepada RadarOnline.id di dampingi oleh Komite sekolah.

Wawan menambahkan, bahwasannya sebelumnya pelajaran komputer diadakan sepulang sekolah, namun karena banyak orangtua yang kawatir karena anaknya lama pulang kerumah, bahkan ada yang pergi main tapi alasanya komputer, akhirnya pelajaran komputer di selipkan pada jam kegiatan belajar mengajar sesuai dengan jadwal masing – masing.

Adapun pelajaran Komputer atau TIK menurut Wawan Setiawan bukan merupakan bagian dari kurikulum K13, tapi merupakan program khusus atau tambahan saja.

Adapun pungutan setiap tahun di SMPN 1 Jayanti yaitu Rp 450.000,- dengan rincian Rp. 350.000 merupakan pengadaan komputer sedangkan Rp. 100.000,- untuk biaya pemeliharaan komputer, dan untuk biaya operasional komputer yaitu untuk gaji/honor pengajar sekolah memungut Rp. 25.000 persiswa perbulan, hal ini dibenarkan oleh Eko selaku ketua komite.

Eko menambahkan, tapi untuk kelas 7 saat ini kita tidak pungut lagi biaya pengadaan komputer yang Rp. 350.000, karena kita rasa komputer sudah cukup. “Yang ada hanya pungutan biaya pemeliharaan komputer yaitu Rp. 100.000 perorang pertahun,” ujarnya.

Mengingat pungutan ini sudah berlangsung sejak lama dan patut diduga sebagai alasan untuk melakukan pungli, diharapkan kepada instansi penegak hukum yaitu Kejaksaan maupun Kepolisian agar melakukan penyelidikan terhadap Wawan Setiawan selaku Kepala Sekolah.

Apakah benar ada kesesuaian antara jumlah uang yang dipungut selama ini dengan jumlah unit komputer yang ada, ditambah lagi dengan apakah benar guru pengajar TIK menerima upah sebesar yang dipungut dari siswa tersebut, adapun jumlah siswa di SMPN 1 Jayanti yaitu lebih dari 1000 orang.

RODI SITIO

Share.

About Author

Leave A Reply