Sidang Perdana Ditunda, Bos CV Morodadi Diduga Langgar UU Tindak Pidana Ketenagakerjaan

Sidang Perdana Ditunda, Bos CV Morodadi Diduga Langgar UU Tindak Pidana Ketenagakerjaan

RadarOnline.id, SURABAYA – Para pekerja yang tergabung dalam SP KEP SPSI yang di pimpin Dendy Prayitno selaku Ketua SP KEP SPSI Surabaya, dan ketua Konfederasi SPSI Surabaya harus menelan kekecewaan. Pasalnya, sidang perdana kasus tindak pidana ketenagakerjaan dengan Terdakwa Daniel Kurniawan selaku pemilik CV. Morodadi Jalan Sidotopo Wetan No.232 A, Surabaya harus di tunda.

Sidang berlangsung di ruang Kartika 2. Hal ini, membuat Hakim Majelis Yulizar langsung memutuskan bahwa persidangan ditunda, Sidang ke dua akan di lanjutkan pada Rabu, 21 Agustus 2019.

“Hakim Majelis kemudian memutuskan bahwa persidangan kedua pada Rabu, 21 Agustus mendatang,” ujar Namin kepada RadarOnline.id, di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (15/8).

Perusahaan tempat mereka bernaung tak serius menyelesaikan masalah hak pekerja. Management CV Morodadi diduga telah melakukan Pelanggaran Undang -Undang Tindak Pidana Ketenagakerjaan dengan pasal 90 (Membayar Gaji/Upah dibawah UMK).

“Karena bukti-bukti sudah kuat, dan perkara ini sudah kurang lebih 5 tahun. Oleh karena itu akan saya kawal sampai tuntas dan terdakwa harus di hukum 4 tahun penjara sesuai dengan undang -Undang yang berlaku,” kata Namin selaku Kuasa Hukum pekerja sekaligus koordinator SPSI Surabaya.

Namun, bagi serikat pekerja, hal ini merupakan bentuk nyata bahwa perusahaan tidak menganggap serius persengketaan yang sebelumnya dibawa SP KEP SPSI ke Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) hingga berakhir di meja hijau.

Pihaknya akan akan terus berjuang demi kesejahteraan Buruh/pekerja Wilayah Jatim, “Diam Tertindas, atau bangkit melawan, hidup buruh,” tegas Namin selaku kuasa hukum pekerja sekaligus Koordinator Pekerja.

TIM

administrator

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *