Polda Jatim Ringkus Pembuat Dan Pengedar Mercuri

Polda Jatim Ringkus Pembuat Dan Pengedar Mercuri

RadarOnline.id, SURABAYA – Petugas Subdit IV/Tipidter Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim menggerebek tempat pembuatan zat kimia berbahaya ilegal, merkuri, di wilayah Surabaya dan Sidoarjo.

“Mercuri ini dikemas dalam botol bermerek Gold ini dipasarkan melalui media sosial, satu kemasan ini berat 1 kilo berharga kurang lebih satu juta setengah, kemudian petugas melakukan penyelidikan dan transaksi terhadap penjual daripada merkuri tersebut,” ujar Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Achmad Yusep Gunawan.

Petugas berhasil menangkap 5 (Lima) orang. Diantaranya, AW (41) warga Surabaya, AB (49) warga Waralohi, AH alias AMH (35) warga Sidoarjo, dan AS (50) warga Hulu Sungai Selatan, serta MR (35) warga Banjarmasin, ke lima pelaku ini ditangkap ditempat yang berbeda.

Berawal, pada Sabtu 6 Juli 2019 sekitar pukul 09.00 WIB, petugas Subdit IV/Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim melakukan penyelidikan disebuah rumah yang berada di Sidoarjo, dirumah tersebut ditemukan kegiatan pengemasan air raksa atau merkuri tanpa disertai izin yang sudah siap untuk diperdagangkan yang dilakukan oleh tersangka AW.

“Pelaku penjualan perdagangan tanpa izin Mercury ini, satu tersangka berinisial AW diamankan di wilayah Sidoarjo, dan barang bukti berupa kemasan merkuri sebanyak kurang lebih 200 kg di mana Per satu kemasan itu berisi 1 kg, kemudian bahan lainnya diantara sianida maupun biji besi sebagai campuran dari pada pembuatan,” kata Kombespol Achmad Yusep Gunawan.

Kemudian, petugas melakukan pemeriksaan terhadap tersangka AW, dan dilakukan pengembangan. Berhasil menangkap tersangka AB di sebuah Hotel di Surabaya, tempat tersangka menginap selama melakukan kegiatan usaha berjualan Merkuri diwilayah Jawa Timur.

“Kemudian dikembangkan terhadap pelaku lainnya yang diduga merupakan produsen ataupun pengelolaan asal dari Sulawesi Tenggara,” kata Dirreskrimsus Polda Jatim Kombespol Achmad Yusep.

Setelah petugas melakukan pemeriksaan terhadap tersangka AB dimana Merkuri tersebut diolah, lalu petugas langsung melakukan pengecekan di lokasi pengolahan batu Cinnabar menjadi merkuri di wilayah Sidoarjo. Ditempat tersebut petugas mengamankan tersangka AH alias AMH saat melakukan kegiatan pengolahan dan pemurnian batu Cinnabar.

“Petugas mengamankan tersangka AH alias AMH dilokasi pengolahan yang bukan dari pemegang IUP, IUPK, atau ijin dari pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 161 UU No 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Minerba dengan cara proses pembakaran,” lanjut Kombespol Achmad Yusep.

Tak hanya itu, petugas melakukan pengembangan terhadap para pembeli merkuri lainnya dari tersangka AB yaitu tersangka AS dan tersangka MR yang berasal dari Kalimantan Selatan.

“Menurut pengakuan tersangka, batu cinnambar didapatkan dari Provinsi maluku tepatnya pulau buru atau sebelah gunung botak. Kemudian diolah dan dicampur serbuk besi serta air,” terang Dirreskrimsus Polda Jatim Kombespol Achmad Yusep Gunawan.

Pada proses pembuatan tersebut, setiap pembuatan dengan kapasitas 1 ton batu sinabar setelah dicampur dengan sianida dan biji besi kemudian dimasukkan di tabung berkapasitas 10 kilogram ini kurang lebih apabila 1 ton menjadi 500 kilogram.

“Satu tabung ini kapasitas kurang lebih 10 kilo hasilnya yang dikeluarkan 5 kilo merkuri, apabila 1 ton maka menjadi 500 kilogram, yang dilakukan secara konstitusi oleh salah satu pelaku dan diamankan total tulang lebih BB Mercury sebanyak 414kilogram, mengingat bawah ini masuk pada golongan daripada bahan berbahaya dan beracun,” terang Kombespol Achmad Yusep Gunawan.

HOLIDY

author

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *