Konsep Pendidikan Karakter Melalui Visual Film

Konsep Pendidikan Karakter Melalui Visual Film


RadarOnline.id, BONDOWOSO – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bondowoso mengundang sejumlah Kepala Sekolah untuk nonton bareng pemutaran film berjudul Anak Titipan Surga. Nonton bareng itu dilakukan di gedung bioskop strobery, Selasa (23/7).

Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso H. Harimas mengemukakan, tujuan dilakukan nonton bareng untuk menguatkan pendidikan karakter. Bukan hanya kepada guru sebagai pengajar di sekolah, tapi juga kepada siswa.

“Film ini untuk memberikan pendidikan karakter. Baik kepada Kepala Sekolah, Guru maupun siswa,” kata Harimas seusai nonton bareng.

Cerita dalam film itu, lanjut Harimas, membuat saya terharu. Bagaimana pemeran utamanya Ayu, memberikan contoh pada saat di sekolah. Mesikpun disakiti ataupun dijadikan kambing hitam dalam film itu, dia tetap sabar dan selalu memaafkan teman sebayanya.

“Pemeran utama Ayu dalam film itu, tidak pernah memiliki rasa dendam. Semua perbuatan yang dilakukan oleh teman – temannya dibalas dengan kasih sayang. Ini sangat bagus untuk ditonton sebagai pendidikan karakter. Bukan hanya siswa tapi juga Guru dan masyarakat luas yang merasa menjadi orang tua,” ujar Harimas.

Ditempat yang sama, Produser film penguatan pendidikan karakter Bagus Harianto menerangkan, ikhwal dilakukannya pendidikan karakter melalui film merupakan langkah dari persoalan penyimpangan karakter yang sudah luar biasa. Hasil survei nasional yang dilakukan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak terhadap pengalam hidup remaja dan anak, 4 dari anak laki dan perempuan, 3 mengalami kekerasan fisik oleh teman sebaya.

“Hasil survei bulan mei kemarin, setiap 4 dari anak laki dan perempuan, mengalami kekerasan fisik oleh teman sebanyanya. Dari kesimpulan itu, anak gampang meniru prilaku, dari pada diberikan arahan oleh Guru. Nah, diharapkan dengan pemutran film ini, siswa dapat meniru prilaku pemeran utama yaitu Ayu,” terangnya.

Indikator keberhasilan untuk menerapkan pendidikan karakter melalui visual fim lebih tepat di gedung bioskop menurut Bagus. Jika dilakukan di sekolah, siswa kurang fokus untuk mengamatinya.

“Pada aplikasinya, penguatan pendidikan karakter melalui visual film dibutuhkan suasana yang cukup. Intinya, pemutaran film lebih tepat di gedung bioskop dari pada di sekolah,” tutu Bagus.

Bagus mengatakan, ketika ranah fokus siswa akan larut dalam sekenario film yang dibuat. Sehingga, 5 karakter utama yang menjadi pesan moral seperti religiusitas, nasoinalisme, integritas, kemandirian dan gotong royong yang sudah diramu dalam sebuah cerita dapat tersampaikan.

SHODIQ

author

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *