Sidang BPSK, Wilibrodus: Indotruck Utama Refunding Saja

Sidang BPSK, Wilibrodus: Indotruck Utama Refunding Saja

Sidang BPSK, Wilibrodus: Indotruck Utama Refunding Saja

Pada hari ke 4 Sidang Peradilan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) antara Arwan Koty (pehohon) dengan PT. Indotruck Utama (termohon) semakin mendekati titik temu yang mengarah kepada winwin solusion.

Pengerucutan menuju winwin solusion itu tentunya yang menjadi pengharapan kedua belah pihak. Hal itu di amini Anwar Koty yang didampingi kuasa hukumnya Willibrodus (pemohon) dan juga Yudistira yang mewakili PT. Indotruck Utama (termohon) usai gelar sidang peradilan BPSK ke 4 di Kantor BPSK Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (15/07).

Namun demikian, untuk mengwujudkan Wiwin solusion inilah yang mungkin akan sulit diwujudkan, jika diantara kedua belah pihak tidak ada yang mengalah. Tentunya untuk mencari keadilan yang hakiki didunia ini sesuatu yang mustahil, tetapi sikap berjiwa besarlah yang harus dikedepankan sehingga dapat menemukan kesepakatan.

Menurut Yudistira bahwa hasil persidangan sudah mengerucut ke kesepakatan, karena pihak pemohon sudah mengakui bahwa merekalah yang menyuruh dan membayar Soleh (Forwarding). “Tadi dipersidangan ibu Finny Fong sudah mengakui beberapa hal yang diingkari sebelumnya, termasuk yang dia membayar Soleh. Terkait dalam pengambilan barang kita siap menfasilitasi untuk melihat barang itu ke Nabire. Kalau dikatakan barang tidak bisa diambil dari penitipan di Polair mari kita sama-sama. Dokumen kita lengkapi,” ujar Yudistira Legal PT. Indotruck Utama.

Dia menjelaskan bahwa dokumen kepemilikan escavator, mungkin ada salah paham. Karena kalau kendaraan bermotor memilik BPKB dan STNK, kalau alat berat tidaklah demikian melainkan Perjanjian Jual Beli (PJB), Invoice dan bukti pembayaran. Karena disitu katanya ada serial membernya. Serial nomer unitnya.

Demikian juga terkait penitipan escavator di Polair Nabire yang katanya sudah diketahu pemohon dan ada tandatang penitipan dari pemohon.
“Dan terkait barang yang sudah diterima dan dititipkan di Polair bukan keterangan kami, tetapi itu keterangan Polair yang menyebutkan bahwa barang itu dititipkan ole Sofiansyah yang diketahu oleh Finny Fong istri dari Arwan Koty,” tambah Yudistira menegaskan.

Ketika ditanya, terkait keberadaan escavator diketahui pemohon ada di Polair Nabire tetapi tidak dapat diambil, mengapa bisa demikian? Menurut Yudistira mereka siap menfasilitasi untuk pengambilannya di Nabire.

Yudistira juga menjelaskan hasil penjelasan ahli terkait HO Escavator masih wajar. Hasil konfirmasi pada bulan Agustus 2018 jelas kilometer masih tahap wajar hitungan pemanasan tiap hari 2 jam dihidupkan. Karena HO itu berjalan begitu mesin hidup. Jadi perputaran HO itu hitungan jam mesin dihidupkan. “Karena sistim kerjanya escavator itukan kebanyakan diam ditempat mengerjakan pekerjaan. Beda dengan mobil km bergerak sesuai putaran ban berjalan,” ungkapnya.

Sementara itu Willibradus yang didampingi Arwan Koty (pemohon) mengatakan bahwa sikap dari PT. Indotruck masih belum jelas.
“Mereka hanya mengulur-ulur waktu saja. Kita berharap PT. Indotruck Utama Refunding saja. Itu mungkin yang lebih baik. Kami sudah lelah. Kita masih banyak urusan,” ucap Willidradus.

“Saya mau Refunding aja (dikembalikan uang pembelian),” tegas Finny Fong yang dihubungi lewat telepon

Ketika ditanya, apakah menuntut bunga uang seandainya termohon mau Refunding? Yang dijawab: tidak! “Uang saya kembali, cukup! Saya tidak mengharapkan bunga,” ucapnya.

THOMSON

author

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *