Prodia Senior Health Centre Hadir di Surabaya

Prodia Senior Health Centre Hadir di Surabaya

RadarOnline.id, SURABAYA – Peresmian Prodia Senior Health Centre (PSHC) oleh PT Prodia Widyahusada Tbk. Yang berlokasi di Ruko Mega Galaxy, Jalan Dr Ir H Soekarno No.190 B-5, tepatnya didepan Hartono Elektronik, Merr, Surabaya. Prodia merupakan laboratorium klinik pelopor di Indonesia yang menyediakan tes-tes pemeriksaan terbaru.

Peresmian PSHC di Surabaya ini dihadiri oleh Direktur Utama Prodia Dewi Muliaty, AVP Business & Marketing Prodia Lies Gantini, Regional Head East Java & Batara Prodia LM Sri Woelan, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Surabaya Dr. Brahmana Askandar Tj, dr., Sp.OG(K), para dokter, dan direktur rumah sakit di Surabaya, serta jajaran manajemen Prodia.

Menurut Dewi Muliaty, Surabaya menjadi kota kedua yang memiliki Iayanan Prodia Senior Health Centre setelah Prodia membuka PSHC pertama di Jakarta pada akhir tahun 2017. Kehadiran Prodia Senior Health Centre di Surabaya merupakan inisiatif kami dalam menyediakan fasilitas dan Iayanan kesehatan yang berkualitas bagi para pelanggan senior (middle age dan usia Ianjut).

“Dengan adanya Prodia Senior Health Centre ini, kami berharap dapat berkontribusi terhadap penyediaan Iayanan kesehatan geriatri yang andal di Surabaya, sehingga para pelanggan ini bisa tetap sehat, bugar dan terhindar dari penyakit degenerative ataupun komplikasinya,” ujar Dewi Muliaty di seIa-sela Grand Opening Prodia Senior Health Centre di Surabaya, Sabtu (22/6).

Tak hanya itu, Dewi Muliaty menjelaskan, berdasarkan data Statistik Penduduk Lanjut Usia tahun 2015 dari Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk usia Ianjut di Indonesia diperkirakan akan bertambah menjadi sekitar 40 juta jiwa pada tahun 2030. Merujuk data Pusat Kependudukan LIPI tahun 2018, kota Surabaya mempunyai jumlah penduduk usia Ianjut terbesar ketiga di Jawa Timur yaitu sebesar 219.056 jiwa,

“Dalam perbandingan berdasarkan jumlah seluruh populasi penduduk maka jumlah penduduk usia Ianjut di kota Surabaya berjumlah sekitar 7,90 persen dari total populasi sebesar 2.848.583 jiwa. Hal ini menunjukkan bahwa Surabaya memiliki jumlah penduduk usia Ianjut yang cukup tinggi,” kata Dewi Muliaty.

Menurut Studi Satu Langkah Menuju lmpian Lanjut Usia, Kota Ramah Lanjut Usia tahun 2030, Surabaya termasuk kota yang memiliki persentase pertumbuhan penduduk usia Ianjut cukup tinggi. Hal ini dapat terjadi diantaranya karena dipengaruhi oleh semakin meningkatnya usia harapan hidup di kota Surabaya yang mencapai 71 tahun.

Prodia Senior Health Centre di Surabaya menyediakan Iayanan dan fasilitas kesehatan eksklusif, lengkap, dan terpadu yang meliputi penyuluhan kesehatan dan perilaku hidup sehat, deteksi dini dan pemantauan kesehatan pelanggan usia Ianjut, diantaranya seperti konsultasi dan pemeriksaan Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Konsultan Geriatri, Dokter Spesialis Jantung, Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik, dan Dokter Umum, serta pemeriksaan laboratorium, radiologi, treadmill, EKG, USG, Bone Mineral Density (BMD), fisioterapi dan rehabilitasi medik, dan vaksinasi.

“Usia bukanlah halangan untuk tetap hidup aktif. Untuk itu dengan semakin bertambahnya usia, kita harus semakin peduli untuk menjaga kesehatan agar terhindar dari penyakit. Melalui fasilitas dan Iayanan di Prodia Senior Health Centre, para pelanggan senior dapat memeriksakan kesehatannya agar kondisi tubuh tetap sehat dan bugar,” tambah Yoppy Chikal R.B, Unit Head Prodia Senior Health Centre Surabaya.

Sejalan dengan transformasi Prodia, sebagai penyedia Iayanan kesehatan generasi baru. Prodia telah meluncurkan tes-tes pemeriksaan esoterik atau tes pemeriksaan khusus yang dapat mengidentifikasi risiko penyakit tertentu sehingga setiap individu dapat melakukan tindakan preventif atau pencegahan penyakit tertentu.

Tes pemeriksaan khusus tersebut diantaranya Cancer Risk (CArisk) yang merupakan pemeriksaan genomik yang digunakan untuk mengidentifikasi risiko 13 jenis kanker. Yaitu, kanker payudara, usus besar atau kolorektal, serviks, hati, pankreas, paru, lambung, tiroid, uterus, kandung kemih, prostat, nasofaring dan kelenjar getah bening. Adapun pemeriksaan genomik risk lainnya yang akan dikembangkan, dapat digunakan untuk memprediksi risiko penyakit kardiovaskular, hipertensi, diabetes, dan autoimun berdasarkan genetiknya.

Disamping itu, Prodia juga menyediakan pemeriksaan mutasi gen EGFR ctDNA dan ultrasensitive EGFR Mutation T79OM untuk menetapkan pengobatan kanker paru. ProHealthy Gut untuk pemeriksaan kesehatan usus, NIPT-ProSafe untuk pemeriksaan non-invasive prenatal testing (NIPT) yaitu pemeriksaan unggulan untuk memprediksi risiko kehamilan bayi down syndrome, serta kerjasama rujukan Analisis Telomere untuk mengetahui usia biologis individu.

Pada awal tahun 2019 ini, Prodia juga memperkenalkan tes pemeriksaan baru bernama DiaRisk untuk memprediksi risiko diabetes pada individu. Jenis diabetes yang dapat diketahui risikonya dengan pemeriksaan DiaRisk adalah risiko diabetes tipe 1, diabetes tipe 2 dan gestational diabetes (diabetes saat kehamilan). Selain diabetes dan komplikasinya, DiaRisk juga dapat mengetahui faktor risiko obesitas, kelainan metabolisme lipid, dan penyakit ginjal kronis.

HOLIDY

author

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *