Kasus Dugaan Penculikan Aspin Gutomo Pengusaha Slompretan Berdamai

Kasus Dugaan Penculikan Aspin Gutomo Pengusaha Slompretan Berdamai

RadarOnline.id, SURABAYA –

Kasus dugaan penculikan pengusaha jalan Slompretan, Bongkaran, Pabean Cantikan yang sempat menghebohkan Surabaya, akhirnya berakhir damai. Pihak korban dan yang dilaporkan sebagai penculik, membuat kesepakatan untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.

Jeffry Simatupang selaku pengacara David Hariyanto Lukito, yang dilaporkan polisi sebagai penculik mengaku telah membuat kesepakan dengan pihak keluarga Aspin Gutomo, korban penculikan. Ia menyatakan, kliennya mengakui bahwa telah terjadi kesalahpahaman antara pihaknya dengan pihak korban.

Pihaknya juga mengakui, jika sebenarny persoalan tersebut tidak ada hubungannya denga korban.

“Jadi yang sebenarnya punya persoalan itu adalah pak David dengan mantan menantu pak Aspin yang bernama David Herlambang,” tegasnya, Sabtu (25/5).

Ia menambahkan, duduk persoalannya memang berawal dari persoalan utang piutang. Ia menceritakan, mantan menantu korban, diketahui memiliki utang sebesar Rp, 4,1 miliar dengan kliennya. Karena ingin menagih utang tersebut, ia pun minta bantuan pada temannya, untuk menagih pada David.

“Nah ada kekeliruan di lapangan, jika David ini dikira masih ada hubungannya dengan pak Aspin, yakni sebagai menantunya. Saat itu lah, teman dari kliennya saya ini, bermaksud menagihnya melalui pak Aspin. Tapi ternyata, antara pak Aspin dengan David ini, sudah tidak ada hubungan keluarga lagi alias mantan menantu,” tegasnya.

Karena kesalahpahaman inilah, korban sempat dibawa ke suatu tempat. Namun, ia memastikan tidak ada penganiayaan saat di bawa oleh teman-teman dari kliennya tersebut.

” Tidak ada penganiayaan. Oleh karena itu, kita inginnya masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan. Dan hal itu disambut terbuka oleh keluarga pak Aspin,” tambahnya.

Sementara itu, Khairunisa Indriyani, putri dari Aspin Gutomo, mewakili keluarganya membenarkan adanya upaya perdamaian tersebut. Setelah terjadi pertemuan dan mendudukan persoalan itu secara gamblang, pihaknya pun membuka pintu perdamaian.

“Ya kita buka pintu perdamaian. Karena ini hanya kesalahpahaman saja. Rencananya, nanti akan kita cabut laporan yang ada di polisi,” katanya.

Sebelumnya, sesuai dengan laporan polisi nomer LPB/336/IV/2019/UM/SPKT tertanggal 27 April 2019, David Hariyanto Lukito warga Jalan HR Muhammad Ruko Golden Palace Blok E -18 Surabaya, dilaporkan oleh Aspin Gutomo, dengan tuduhan telah melakukan penculikan dan pemerasan.

Kejadian ini berawal pada Jumat (26/4) lalu. Sekitar pukul 13.00 Wib, di Toko 17 jalan Slompretan 69, Kelurahan Bongkaran, Kecamatan Pabean Cantikan, toko Aspin Gutomo ini tiba tiba didatangi 2 unit mobil. Tak lama kemudian, orang yang ada di dalam mobil keluar. Ada sekitar 8 hingga 10 orang dengan membawa golok.

Selanjutnya, Aspin dibawa secara paksa oleh mereka untuk masuk mobil dan dibawa ke Madura. Dalam perjalanan, Aspin dan keluarga diancam oleh mereka agar tak melapor ke polisi.

Ketika sampai di salah satu desa di Madura, Aspin di bawah ancaman, disuruh mengakui atau membuat surat pernyataan yang isinya, Aspin memiliki utang mencapai Rp 4,1 miliar kepada David.

David juga meminta uang tebusan sebesar Rp 1 miliar. Kemudian Aspin diminta untuk mengambil uang di ATM sebesar Rp 24 juta yang dicairkan di salah satu minimarket di Madura. Sekitar pukul 18.30 Wib, Aspin dan keluarganya diturunkan di Kedinding Lor, Surabaya. Kasus ini pun, akhirnya ditangani oleh Polda Jatim.

HARIFIN

author

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *