Kapolda Bersama Gubernur Jatim Tinjau Mapolsek Tambelangan Sampang Madura

Kapolda Bersama Gubernur Jatim Tinjau Mapolsek Tambelangan Sampang Madura

RadarOnline.id, SURABAYA – Paska kejadian pembakaran Mapolsek Tambelangan Sampang Madura. Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa Serta Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI R Wisnoe Prasetja Boedi meninjau lokasi, Kamis (23/5).

Dikatakan Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menyampaikan, tak hanya Mapolsek Tambelangan yang terbakar, juga ada beberapa Mobil dan motor ikut terbakar.

“Betul, Polsek Tambelangan sudah habis terbakar juga ada 10 mobil dinas, 1 kendaraan dinas, dan 10 kendaraan pribadi, serta satu mobil warga masyarakat yang di parkir ikut terbakar habis,” ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan saat di wawancarai awak media.

Dari olah tempat kejadian perkara (TKP) tim inafis dari Surabaya melakukan identifikasi, di temukan banyak botol yang dilempar dari luar pagar, dan banyak juga tercecer botol botol yang berisi bensin hampir kurang lebih 30 botol yang belum sempat di pakai, “Di temukan di TKP banyak botol yang berisi bensin, dan di luar Polsek ditemukan 30 botol yang belum sempat di pakai,” papar Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, di gedung Tribata Mapolda Jatim.

Berawal kejadian dikatakan Luki Hermawan, ini sebenarnya tidak ada kaitannya secara langsung dengan kejadian Pilpres karena mereka dari malam dari habis magrib ada 200 orang yang tadinya mau ke Bawaslu tidak jadi, kemudian putar-putar dan datang ke Polsek Tambelangan.

Dari 200 orang tersebut tidak jadi ke Bawaslu, dan terdengar beredar di medsos informasi yang berkembang itu mereka menanyakan tentang beberapa temannya di Jakarta, ada yang di tangkap salah satu tokoh agama yang tidak bisa keluar dari Thamrin yang dikirim dari Madura mengatakan Minta doanya karena tidak bisa keluar dari sana karena banyak terhalang.

Dengan adanya isu penangkapan tokoh Madura dan adanya penembakan yang ada di Jakarta, 200 massa tersebut meminta Kapolres untuk menyampaikan untuk dilepas tokoh-tokoh Madura yang ada di sana. Kemudian kembali dari polsek dan Polres langsung balik melempari Polres, Polsek dengan batu-batu dan bom molotov.

“Alhamdulillah kejadian ini tidak ada korban baik itu anggota maupun masyarakat, namun ada salah satu masyarakat berhasil di selamatkan oleh beberapa anggota,” kata Irjen Pol Luki Hermawan.

Lanjut Kapolda Jatim, didampingin Gubernur Jatim, Pangdam V/Brawijaya, “Alhamdulillah situasi mereda setelah beberapa tokoh agama tokoh masyarakat atas prakarsa Ibu Gubernur malam itu juga menelepon Bupati, Dandim, Kapolres, masyarakat di sana jam 1 malam sudah membubarkan diri,” lanjutnya.

Terkait pembakaran Mapolsek Tambelangan, Kapolda Jatim mengatakan para pelaku sudah diketahui indentitasnya dan secepatnya dilakukan pemeriksaan, “Sudah ada, Insya Allah kami nanti akan panggil pemeriksaannya disini, karena di wilayah sana tidak memungkinkan dan dalam waktu dekat ini kami komunikasi dengan tokoh agama melalui tokoh agama meminta untuk menyerahkan pelaku-pelaku tersebut, nama dan foto sudah ada kita tinggal melihat momen yang pas,” jelas Kapolda Jatim.

Situasi saat ini Alhamdulillah kondusif, Insya Allah untuk para tokoh tokoh agama tokoh masyarakat meyakinkan Kami tidak akan terjadi hal yang terulang dan kami terima kasih, dari TNI sangat banyak di sana dan sampai sekarang masih standby di lokasi Mapolsek.

“Dari berita isu ini beredar di Pamekasan itu sebenarnya hoaks. Ulama tersebut membuat rekaman bahwa saya sehat, saya sudah ada di Surabaya,” tutup Kapolda Jatim.

HOLIDY

author

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *