Sidang Ditunda, Saksi Untuk Terdakwa Advokat Albert Tiensa Kecewa

Sidang Ditunda, Saksi Untuk Terdakwa Advokat Albert Tiensa Kecewa

RadarOnline.id, JAKARTA – Sejumlah saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Maidarlis, SH dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta kecewa karena Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat H. Sunarso SH menunda persidangan pemeriksaan saksi-saksi untuk didengarkan keterangannya terhadap Terdakwa I Selvi Hartanto dan terdakwa II Advokat Albert Tiensa SH MH, Kamis (17/5).

Penundaan sidang itu katanya karena tahanan wanita (Selvi Hartanto) harus kembali ketahanan PKL 18.00. WIB, sesuai dengan peraturan yang ada di RUTAN Wanita Pondok Bambu Jakarta Timur.

” Ya, waktu sudah terlalu sore maka hakim mengambil kebijakan menunda persidangan terdakwa Selvi Hartanto dan terdakwa Albert Tiensa. Seandainya yang bersidang hanya laki laki persidangan bisa dilanjutkan sampai malam. Tapi karena ada terdakwa wanita terpaksa harus ditunda,” ujar Jaksa Maidarlis ketika media ini mengkonfirmasi penundaan persidangan.

” Panggilan sidang pukul 10.00 WIB, kita datang dari rumah jam 9.00 WIB, saat ini sudah sampai pukul 17.00 WIB, sidang ditunda, ujubillah! Gimana sih? Kerjaan kita tidak hanya sidang ini, capek deh!” ucap salah satu saksi melampiaskan kekecewaannya.

Pada persidangan sebelumnya, Selasa (14/5), Majelis hakim telah memeriksa dua saksi yang dihadirkan JPU, yakni Bangun dan Rifan. Rifan adalah saksi pelapor atas perbuatan pemalsuan riwayat tanah yang dipergunakan terdakwa Albert Tiensa untuk kepentingan kliennya (Lina Mirna) dalam perkara perdata sehingga dengan adanya riwayat tanah tersebut maka perkara perdata kepemilikan tanah dimenangkan Albert Tiensa.

Sementara Bangun dihadirkan sebagai saksi dipersidangan karena dalam jabatannya sebagai Lurah Kemayoran, Kec. Kemayoran, Jakarta Pusat mengetahui adanya surat palsu itu saat disodorkan oleh terdakwa Albert Tiensa untuk ditandatangani. Surat riwayat tanah yang disodorkan Advokat Albert Tiensa itu sudah ditandatangani oleh Piping (sudah dipidana terlebih dahulu dalam kasus ini) mantan pegawai Kelurahan Kemayoran. Namun surat itu tidak ditandatangani oleh LURAH Kemayoran Bangun karena para pihak tidak hadir.

Sementara Piping sendiri mengatakan (dipersidangan saat dia menjadi terdakwa) bahwa dirinya tidak mengetahui apa isi surat yang dia tandatangani itu. Karena saat surat itu disodorkan oleh Albert Tiensa untuk ditandatangani, Piping tidak bisa membaca surat itu dengan seksama karena diajak ngobrol terus oleh Albert. Dan minta segera ditandatangani. Akhirnya Piping menandatangani surat itu meskipun dia tidak mengetahui isinya.

Atas perbuatannya itu JPU Maidarlis mendakwa Selvi Hartanto dan terdakwa Albert Tiensa melanggar Pasal 263๐Ÿ””ayat (1) KUHP, yang ancaman hukumannya maksimal 6 tahun pidana penjara.
 
(1) Barang siapa membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan sesuatu hak, perikatan atau pembebasan hutang, atau yang diperuntukkan sebagai bukti daripada sesuatu hal dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak dipalsu, diancam jika pemakaian tersebut dapat menimbulkan kerugian, karena pemalsuan surat, dengan pidana penjara paling lama enam tahun.

THOMSON

author

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *