Kadinkes Jelaskan Penghentian Anggaran Jampersal

Kadinkes Jelaskan Penghentian Anggaran Jampersal

RadarOnline.id, BONDOWOSO – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso M. Imron memberikan penjelasan tentang penghentian anggaran program Jaminan Persalinan (Jampersal) kepada seluruh Puskesmas, terhitung mulai 16 mei kemarin. Menurut Imron, pihak Pemerintah Daerah akan kelimpungan dengan piutang jika program itu terus dilanjutkan.

Imron mengatakan, pada tahun 2019 ini pihaknya mengajukan anggaran sebesar 4 Miliar kepada pemerintah pusat. Namun, dari total pengajuan anggaran yang dilakukan, hanya mendapat kucuran anggaran sebesar 2 Miliar melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Sehingga, anggaran itu dinilai tidak cukup selama satu tahun kedepan.

” Terhitung mulai Bulan Januari sampai dengan Bulan April, dari total anggaran yang kami terima, telah mengalami defisit sebesar 60 juta. Sehingga, kami menghentinkan program itu, ” kata Imron di kantor Dinas Kesehatan, Jumat (17/5).

Imron menyampaikan, sebelum mengeluarkan surat pemberitahuan penghentian penggunaan anggaran jampersal, terlebih dahulu berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah dan Kementrian Kesehatan tentang kondisi program yang mengalami defisit. Ia khawatir, mengalami pembengkakan piutang jika tidak segera dilakukan tindakan.

“Tidakan itu dilakukan, agar kita tidak terlalu banyak piutang kepada pemberi pelayanan. Seperti rumah sakit dan puskesmas,” ujar Imron.

Imron memastikan, pasien miskin yang akan melahirkan tidak perlu khawatir meskipun anggaran jampersal dari pemerintah pusat telah dihentikan. Kata dia, pihak Pemerintah Daerah telah menyiapkan anggaran melalui BPJS.

“Kita mulai memilah, untuk diintergasikan menjadi peserta BPJS. Pada nantinya, premi itu akan dibayar oleh Pemerintah Daerah melalui APBD. Jadi, bagi ibu dari keluarga miskin yang mau melahirkan tidak perlu khawatir,” terangnya.

SHODIQ

author

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *