Kasno: Usai Peras Pejabat Rp 700 Juta Komplotan LSM Pengancam Bu Citra Dibekuk Polisi

Kasno: Usai Peras Pejabat Rp 700 Juta Komplotan LSM Pengancam Bu Citra Dibekuk Polisi

RadarOnline.id, KOTA DEPOK – Ketua Lembaga Suwadaya Masyarakat Komite Aksi Pemberantasan Organ Korupsi (LSM Kapok) Kota Depok, Kasno sangat mengapresiasi kinerja Polisi yang telah berhasil membekuk LSM Kobarkan. Sebab, informasi yang saya terima, patut diduga Ibnu yang ditangkap polisi karena memeras pejabat di Kabupaten Tangerang itu hingga ratusan juta rupiah.

” Bahkan Ibnu juga yang pernah mengancam salah satu Pejabat Pemkot Depok, bu Citra. Ini jadi pelajaran bagi LSM pemeras. Barvo polisi. Jadi, saya acungkan jempol atas kinerja aparat kepolisian Polres Kabupaten Tangerang yang berhasil menangkap ketiga pelaku yang selama ini keberadaannya cukup meresahkan para pejabat di Kota Depok,” ujar Kasno, Kamis (16/5), di Balaikota Depok, Jawa Barat.

Kasno menjelaskan, bahwa orang yang mengaku dari organisasi LSM Kobarkan dari Tangerang Selatan (Tangsel) itu bernama Fadli Ibnu atau yang akrab disapa Ibnu. Diduga orang tersebut kecewa karena tidak berhasil memeras Citra.

“Jadi, masih ingatkah video ancaman dari seseorang dengan kata-kata yang kasar dan mata melotot sambil mengendarai mobil mengancam akan memenjarakan Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Citra Indah Yuliati pada 27 Desember 2018 lalu. Bahkan juga sempat ‘berperang bacot’ di media sosial (medsos) dengan tersangka,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kapolres Kabupaten Tangerang Komisaris Besar Polisi Sabilul Ali membenarkan, bahwa pihaknya mengamankan komplotan pemeras
seorang pejabat, sekretaris desa di wilayah Kecamatan Kresek hingga Rp 700 juta.

“Jadi, dari laporan pemerasan tersebur, kami membekuk 2 orang polisi gadungan dan 1 orang yang mengaku wartawan. Ketiga pelaku di tangkap di dua tempat berbeda, yakni di Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, dan di Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung pada Selasa 7 Mei 2019 lalu,” ujar Sabilul Ali, Rabu (15/5).

Dia menjelaskan, bahwa peran ketiga tersangka diantaranya, Rully mengaku sebagai Inspektur Dua Polisi sedangkan Ibrohim dan Fadly alias Ibnu mengaku Ajun Komisaris Polisi Ibnu Sianturi dari penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Korupsi di Bareskrim Mabes Polri. Bahkan kedua pelaku menggenakan seragam polisi. Sedangkan Ibnu Ferry mengaku wartawan Kobaran News.

“Artinya, modus para tersangka tersebut mendatangi korban dan menunjukkan surat panggilan palsu atas nama korban terkait penyelidikan kasus korupsi dana desa 2017 dan 2018,” jelas Sabilul.

Dia juga memaparkan, bahwa selanjutnya korban dimintai uang agar prosesnya tidak lanjut. Korban dipaksa dan diteror akhirnya memenuhi permintaan para pelaku dengan mentrasfer uang beberapa kali sesuai permintaan. “Jadi, total uang yang sudah ditransfer korban sebesar Rp 700 juta. Karena korban merasa diperas kemudian melapor ke polisi dan kami langsung memburu dan menangkap ketiga pelaku,” papar Sabilul.

Sabilul menuturkan, bahwa pihaknya juga sudah menyita barang bukti 61 lembar bukti transfer, 4 kartu identitas pers, dan 1 bundel berkas tangkapan layar percakapan korban dan para tersangka melalui aplikasi percakapan Whatsapp.

“Jadi, untuk mempertanggung jawabannya ketiga pelaku akan dikenakan KUHP pasal pemerasan dan penipuan serta penyalahgunaan atribut polisi dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara,” tuturnya.

Sabilul juga menghimbau kepada siapa pun untuk tidak mudah percaya dengan orang atau oknum yang mengaku sebagai penyidik Polri atau sebagai jurnalis. Pihaknya juga mengimbau, jika ada para pejabat yang pernah menjadi korban pemerasan ketiga pelaku agar melapor ke Polres Kabupaten Tangerang.

“Bahkan juga kami dengar ketiga tersangka sudah kerap melakukan aksi pemerasan dengan sasaran pejabat. Untuk itu kami juga mengimbau jangan mudah percaya jika ada yang mengaku polisi untuk penyidikan kasus korupsi. Minta kejelasan identitas atau surat perintah serta cek langsung ke Polri,” imbuhnya.

MAULANA SAID

author

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *