Terdakwa Suseno Halim Minta Diistimewakan Dari Tahanan Lain

Terdakwa Suseno Halim Minta Diistimewakan Dari Tahanan Lain

RadarOnline.id, JAKARTA – Penasehat Hukum terdakwa Suseno Halim meminta kepada Majelis Hakim agar kliennya tidak dicampur dengan tahanan lain. Bahkan mereka meminta supaya di terdakwa tidak ditahan.

Namun permintaan itu tidak dikabulkan majelis dengan alasan, bahwa proses persidangan terdakwa tinggal beberapa kali sidang lagi. Terkait permintaan terdakwa supaya tidak dimasukkan dalam satu sel dengan terdakwa lainnya , Majelis hakim mengatakan itu kewenangan dari petugas pengawal tahan.

“Silahkan anda koordinasikan sama Jaksa. Jaksa yang melakukan pengawalan tahanan,” kata Ketua Majelis Hakim, Indri Murtini SH.

Atas permintaan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) langsung mengkoordinasikan kepada pengawal tahanan.

Sementara hasil pemeriksaan saksi a de carge yang di hadirkan Penasehat hukum terdakwa hanya sempat diperiksa 2 orang. Yang dua orang lagi akan diperiksa pada persidangan berikutnya.

Sementara 4 saksi BAP juga tidak dapat didengarkan keterangannya dipersidangan karena para saksi itu tidak dapat dihadirkan JPU kepersidangan. Akhirnya keterangan saksi itu dibacakan saja oleh JPU, Anton Hardiman.

Dari keterangan saksi yang dibacakan itu, terdakwa mengatakan ada keterangan saksi yang tidak benar. Termasuk pembayaran uang Rp 100 juta untuk biaya pengosongan rumah.

“Tidak ada itu uang 100 juta untuk biaya pengosongan, tetapi uang 100 juta itu adalah biaya untuk merawat rumah itu selama setahun, bahkan bisa lebih,” ucap Suseno.

Ketika hakim bertanya rumah yang a? Suseno mengatakan rumah yang ditempati pelapor Herman Yusuf.

Oh, kan masih ditempati bagaimana mau dirawat? Tanya majelis hakim. Hal itu tidak dijawab Suseno.

THOMSON

author

Related Articles