Ditreskrimum Polda Jatim Berhasil Ringkus 2 Pelaku Pembunuh Budi Hartanto

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, SURABAYA – Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur berhasil ringkus 2 orang pelaku pembunuh Budi Hartanto (28) warga kediri, seorang guru honorer yang mayatnya ditemukan dalam koper di bawah Jembatan desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Ke 2 orang pelaku pembunuhan yang berhasil diamankan, yakni Azis Prakoso (23) warga merak, Ringinrejo, Kabupaten Kediri. Aris Sugianto (34) warga Mangunan, Udanawu, Kabupaten Blitar. Kedua ditangkap ditempat berbeda.

Berawal ketika Budi Hartanto (korban) berkenalan dengan Aris Sugianto (tersangka)
melalui aplikasi pertemanan HORNET (Khusus Gay) selanjutnya korban bersama dengan tersangka Aris menjalin hubungan asmara sesama jenis.

Dari perkenala tersebut, korban bersama Aris melakukan hubungan badan sebanyak 3 kali dirumah Aris, setelah itu Aris selalu memberikan sejumlah uang kepada korban sebesar Rp. 100 ribu.

“Dari keterangan tersangka yang kita dapatkan, ada hubungan antara korban dan tersangka dimana telah beberapa kali melakukan hubungan sesama jenis sebanyak 3 kali,” ujar Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Toni Harmanto.

Pada tanggal 2 April 2019, pukul 10 malam. Ini merupakan kali keempat berhubungan badan, korban diminta Aris melayani hasrat seksualnya di warung tempat usaha nasi goreng miliknya, yang berada di Jalan Surya, Desa Sambi, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri.

Korban kemudian menuruti permintaan pelaku dengan imbalan uang sebesar Rp100 ribu yang disepakati akan dibayar usai berhubungan intim. Korban menagih apa yang dijanjikan pelaku. Merasa dibohongi, korban kemudian memaki-maki pelaku, dan terjadilah pertikaian diantara keduanya. Mendapati hal itu, Azis yang kebetulan berada dilokasi kejadian berusaha melerai.

“Kalau menurut keterangan yang bersangkutan, setiap kali berhubungan dengan korban. Dia memberikan imbalan, tapi yang bersangkutan tidak memiliki uang. Lalu, pinjam kepada AZ, ia juga tak memiliki uang,” lanjut Dirreskrimum Kombespol Gupuh Setiono. Senin (15/4).

Menurut keterangan Azis, korban mengatakan ini bukan urusan kamu. Lalu korban tidak terima dan menampar AZ, dan dibalas oleh tersangka AZ dengan menampar korban dan korban mengambil parang untuk disabetkan kepada AZ.

Aris tak tinggal diam, dirinya segera meringkus korban dari belakang supaya Azis bisa merebut senjata tajam dari tangan korban. Setelah berhasil direbut, Azis dengan spontan menghujamkan senjata tajam ke arah korban tepat dibagian punggung dan lehernya hingga korban tak sadarka diri.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Leonard M Sinambela menambahkan, usai korban tak sadarkan diri itulah kemudian pelaku niat jahat untuk menghabisi korban, yang akhirnya berujung pada mutilasi bagian kepala korban.

“Setelah meninggal dunia, kepala korban dipenggal hingga terpisah dengan tubuhnya, untuk bagian badan korban dimasukkan kedalam koper. Sedangkan kepala korban dibungkus dengan menggunakan kantong kresek,” ujar AKBP Leonard.

Selanjutnya dengan menggunakan sepeda motor scoopy milik korban kedua tersangka membuang koper berisi tubuh korban di Bawah Jembatan Karang Gondang Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar dan kepala korban dibuang di bantaran sungai Ploso kerep desa Bleber, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri.

HOLIDY

Share.

About Author

Comments are closed.