Proyek Infrastruktur Di Kecamatan Curug Terindikasi Sarat Masalah

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, TANGERANG –
Pelaksanaan pembangunan infrastruktur tahun 2019 di Kecamatan Curug terindikasi banyak persoalan. Tak hanya pada pelaksanaan pekerjaan, tetapi proses pengadaannya pun diduga tidak melalui prosedur sesuai Perpres Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Indikasi pengadaan barang yang tidak melalui prosedur tergambar dari sejumlah plang proyek yang nilai pekerjaannya ditulis dengan angka pagu anggaran. Bahkan, ada proyek yang pada RUP tercatat pagu anggaran Rp 90.000.000,- tetapi pada plang proyek ditulis Rp 100.000.000,-.

Penulisan nilai proyek sesuai Pagu Anggaran pada plang proyek, mengindikasikan bahwa Penyedia Jasa Konstruksi tidak diminta untuk melakukan penawaran sesuai amanat pasal 50 (7) huruf b, Perpres No. 16 Tahun 2018 yang berbunyi “permintaan penawaran yang disertai dengan klarifikasi serta negosiasi teknis dan harga kepada pelaku usaha untuk Pengadaan Langsung yang menggunakan SPK”. Ada dugaan bahwa pelaksanaan pekerjaanpun dilakukan tanpa menunggu SPK diterbitkan.

Meski dugaan itu dibantah oleh Camat Curug, Rahyuni ketika dikonfirmasi beberapa waktu lalu, tetapi fakta lapangan menunjukkan bahwa penyedia jasa konstruksi mencantumkan nilai pagu dan bukan nilai kontrak sesuai SPK pada plang proyeknya.

Selain prosesnya yang terindikasi tanpa prosedur itu, pekerjaan phisik juga diduga banyak yang tidak sesuai rencana anggaran biaya (RAB) nya.

Pekerjaan betonisasi terpantau dilaksanakan dengan memasang acuan beton (bekisting) se-demikian rupa untuk mengurangi volume beton cor ready mix.

Dalam pekerjaan hotmix, terpantau juga bahwa pa lapisan hotmix diduga dilaksanakan sangat-sangat tipis. Hal itu tersirat dari adanya hotmix yang telah hancur dan paving blok bawah hotmix yang terlihat membayang dibawah hotmix.

Terkait persoalan-persoalan dan temuan hasil pantauan tersebut, beberapa kali upaya konfirmasi kepada Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kecamatan Curug tidak berhasil. Cucu Supriadi selaku Kasi Ekbang tidak pernah ada di ruang kerjanya.

Upaya konfirmasi kepada Kasi Ekbang dilakukan, Senin (15/4) tetap tidak berhasil. Cucu Supriadi disebut sedang keluar ke Kelurahan Binong.

“Pak Cucu sedang keluar. Lagi ke Binong,” kata staf Seksi Ekbang yang ditemui di ruang kerjanya.

JUARA SIMANJUNTAK

Share.

About Author

Comments are closed.