Bondowoso Diurutan Buncit Soal Jambanisasi

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, BONDOWOSO – Wakil Bupati Bondowoso, Irwan Bachtiar prihatin dengan kondisi Bondowoso yang masuk di urutan buncit soal jambanisasi. Menurutnya, permasalahan itu bukan dipicu oleh ketersedian jamban di setiap Desa. Namun, prilaku masyarakat yang masih suka buang air besar disungai.

“Mereka masih sulit mengubah prilaku. Sudah ada jamban, masih saja buang air di sungai,” kata Wabup di kantor Dinas Kesehatan Bondowoso, seusai mengikuti acara evaluasi kineja, Senin (15/4).

Wabup mengatakan, butuh waktu untuk mengubah kesukaan masyarakat yang masih lebih puas membuang air besar disungai. Proses penyadaran itu, harus dilakukkan oleh semua stakeholder, bukan hanya lingkup Pemerintah Daerah saja.

“Ini perlu dukungan stakeholder untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat. Kami, sudah banyak membangun MCK, tetapi mereka masih tidak mau,” ujar Wabup.

Wabup mengaku, sebelum MCK dibuat oleh Pemerintah Daerah, sosialiasi terlebih dahulu sudah pernah dilakukan. Namun, mereka tetap saja memilih tempat yang biasa mereka gunakan untuk membuangan air. Kata dia, kondisi itu lebih banyak dilakukan oleh orang tua.

Wabup menerangkan, permasalahan jambanisasi tidak akan terselesaikan jika tidak ada keseriusan untuk mengatasi, terutama Dinas Kesehatan. Menurutnya, penilaian Pemerintahan Prpopinsi atas Bondowoso diurutan paling buncit dari 38 Kabupaten dan kota se Jawa Timur merupakan pukulan telak.

“Ini pukulan telak bagi Pemerintahan baru. Ada 190 Desa yang masih buang air sembarangan,” terangnya.

SHODIQ

Share.

About Author

Comments are closed.