Lucy Kurniasari: Hati-hati Dalam Membeli Produk Obat, Pangan dan Kosmetik

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Anggota Komisi IX DPR RI, Lucy Kurniasari. (Dok. RadarOnline.id)

RadarOnline.id SURABAYA – Komisi IX DPR RI bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) Surabaya mengajak masyarakat agar senantiasa jeli, ketika membeli produk obat, pangan maupun kosmetik. Pasalnya, masih banyak ditemukan produk tersebut tanpa izin yang beredar di pasaran.

Disampaikan Lucy Kurniasari dalam acara Komunikasi Informasi Edukasi Keamanan Produk pangan dan kosmetik bersama masyarakat di Sidoarjo, pentingnya membangun masyarakat lebih cerdas dalam memilih produk di pasaran dengan edukasi dan informasi peredaran obat.

“Acara ini adalah sosialisasi, badan pengawas obat dan makanan di mana tadi sudah disampaikan kepada para peserta bahwa acara ini adalah untuk mengedukasi, informasi, komunikasi kepada masyarakat Sidoarjo. Terkait dengan beredarnya produk obat-obatan dan makanan yang mana yang asli atau yang mana yang palsu,” ujar Lucy Kurniasari saat diwawancarai.

Salah satu Anggota Komisi IX DPR RI Lucy Kurniasari yang membidangi kesehatan dan ketenagakerjaan menyampaikan, maraknya peredaran obat-obatan dan makanan yang ilegal tanpa izin Dinas Kesehatan, tanpa izin BPOM tapi sudah diedarkan ke masyarakat.

“Ketidaktahuan masyarakat ini harus di berikan sosialisasi, jadi harapannya agar semua masyarakat kita nantinya akan melihat bahwa ternyata sebelum mengkonsumsi sesuatu kita harus cek dulu. Apakah ini sudah melalui penelitian yang dilakukan oleh dinas kesehatan dan atau Badan POM,” lanjut Lucy Kurniasari.

Selain itu, dirinya juga menghimbau kepada masyarakat agar segera melapor apabila menemukan obat, pangan dan kosmetik ilegal kepada pihak terkait supaya peredarannya tidak makin luas. Peran serta masyarakat ini diharapkan, pengaduan masyarakat akan dijaga kerahasian identitasnya.

“Bukan hanya produknya tapi promosinya juga diawas, tapi tidak mungkin bisa mengkontrol semua, maka peran serta masyarakat kita harapkan pengaduan masyarakat diharapkan, dan akan dijaga kerahasiaannya jangan khawatir,” pintanya.

I Made Bagus Gerametta, selaku Kepala Balai Besar POM Surabaya menambahkan, disarankan kepada para konsumen agar mengecek registrasi setiap produk sebelum memutuskan membelinya.

“Pertama kita lihat dulu apakah produk ini sudah terdaftar atau belum, atau yang kita kenal dengan izin edar. Kalau kosmetik bukan izin edar, tapi notifikasi kode didepannya itu ‘N’ kalau kode kedua itu kode benua ABCD. Kalau A itu biasanya Asia. Kemudian diikuti 11 angka dibelakangnya,” jelas Bagus.

Cara pengecekan bisa menggunakan aplikasi Cek BPOM yang tersedia di Play Store Google. Caranya dengan mendownload aplikasi tersebut terlebih dahulu.

Dengan menggunakan aplikasi tersebut, masyarakat akan dipermudah dengan informasi mengenai legalitas kedua produk, apakah produk pangan maupun kosmetik yang diminati masyarakat aman untuk dibeli.

HOLIDY

Share.

About Author

Comments are closed.