Puluhan eks Karyawan PT Star-Taman Remaja Surabaya Menuntut Haknya Yang Tak Kunjung Dibayar

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, SURABAYA – Puluhan warga eks karyawan PT Star-Taman Remaja Surabaya, menuntut kejelasan perusahaan terkait itikad pemenuhan hak-hak karyawan yang tak kunjung dibayar pasca pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada 76 karyawan.

Sejak diputus hubungan kerja (PHK) sejak tanggal 10 September 2018. Pihak PT Star-Taman Remaja Surabaya, sepakat untuk membayar kompensasi, uang pesangon, sisa gaji, sisa THR dan sisa cuti kepada karyawannya yang akan dibayar semua pada 30 Nopember 2018 lalu.

Hingga kini, sudah hampir setahun kejelasan hak karyawan seperti uang pengganti sisa cuti, uang pesangon, dan lain-lain sesuai UU No. 13 tentang Ketenagakerjaan tak kunjung mereka dapatkan.

“Sejak ditutup tempat hiburan taman remaja surabaya oleh pemerintah kota Surabaya, semua karyawan diberhentikan kerja sejak 10 September 2018 sampai saat ini pihak PT Star-Taman Remaja Surabaya, belum juga memenuhi kewajibannya kepada 76 karyawan yang menuntut pesangon, sisa gaji, sisa THR dan sisa cuti,” kata Slamet selaku Pimpinan Unit Kerja PT Star-Taman Remaja Surabaya.

Kronologis PHK secara ini bermula dari adanya pemberitahuan soal rencana penutupan Taman hiburan rakyak (taman remaja surabaya) oleh Pemerintah Kota Surabaya, dengan adanya penutupan tersebut pihak perusahaan mengalami pailit.

Dalam proses itu, pihak perusahaan telah menjanjikan seluruh karyawan akan dibantu mendapatkan hak-haknya. Janji ini telah disepakati tertanggal 08 September 2018, antara Didik Harianto selaku Direktur Operasional PT. Star-Taman Remaja Surabaya, yang beralamat di Jalan Kusuma Bangsa N0. 114. Dengan Wagiman Hadiprajitno, selaku Pimpinan Cabang FSP PAR SPSI Kota Surabaya, bertindak untuk dan atas nama anggota PUK FSP PAR SPSI PT. Star-Taman Remaja Surabay, sejumlah 80 orang karyawan.

“Saya selaku induk organisasi ketua Federasi SPSI Kota Surabaya mengawal dari upaya yang dilakukan oleh PT Star-Taman Remaja Surabaya ini, terutama kita Kawal sampai pada proses di Pengadilan Niaga hingga di tingkat Pengadilan Negeri Surabaya, karena teman-teman tidak menerima gaji dan pesangonnya ini tidak jelas, tidak kunjung dibayar oleh pihak manajemen PT Star,” kata Dendi suprayitno Ketua PC SPSI Kota Surabaya. Sabtu (16/3).

“Saya bekerja sudah hampir 15 tahun, dengan diputus hubungan kerja (PHK) keadaan keluarga seperti merasa di titik paling terendah dalam hidupku, nggak punya apa-apa tabungan habis, bahkan saya nggak kerja. Suami kerjanya serabutan penghasilannya tidak pasti,” ujar Prapti salah salu karyawan PT Star-Taman Remaja Surabaya.

HOLIDY

Share.

About Author

Comments are closed.