Pradi: Semua Agama Mengajarkan Kasih dan Cinta

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, KOTA DEPOK – Dua warga negara Indonesia jadi korban dalam peristiwa penembakan di masjid Christchurch, Selandia Baru, pada Jumat (15/3) kemarin. Selain menewaskan puluhan korban dan luka-luka, pelaku juga dengan sengaja memvideokan peristiwa penembakan tersebut.

“Benar atas peristiwa itu, saya mengecam keras dan mengutuk terjadinya pembantaian yang dialami umat muslim dimasjid di Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3), kemarin. “Itu perbuatan yang sangat keji, tak berprikemanusiaan. Biadab!,” tandas Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna kepada pewarta, Sabtu (16/3/).

Menurutnya, bahwa sejumlah 49 Muslim menginggal dunia akibat teror di 2 masjid di Kota Christcurch, Selandia Baru. Sebanyak 41 korban terbaring di area Masjid Al Noor, sedangkan sisanya ditemukan di Pusat Islam Linwood yang berjarak sekitar 5 km.

“Jadi, bagi saya ini sudah diluar nalar yg sehat, membunuh warga sipil tak bersenjata bahkan sedang melakukan ibadah sholat Jumat,” tutur Pradi.

Dia juga mempertanyakan, bahwa masih ada manusia sekejam itu. “Semoga dinegeri kita tidak terjadi hal yang seperti ini. Jadi, pelakunya harus dihukum seberat mungkin dan pantasnya di hukum mati,” pungkas pradi.

Dia menambahkan, bahwa Islamofobia yang digambarkan sekarang sangat tak sesuai dengan realitas masyarakat. “Mereka sudah mengetahui tak perlu membenci Islam, semua tahu terorisme itu tak sesuai dengan agama. Saya juga yakin kejadian tersebut tak terkait agama apapun. Semua agama mengajarkan kasih dan cinta,” ujar Pradi.

Pradi mengajak seluruh masyarakat khususnya warga Depok untuk melaksanakan doa untuk para korban yang mati syahid. “Atas nama apapun, untuk kepentingan apapun, kekerasan berdasarkan agama apalagi mengorbankan orang yang beribadah itu sangat tidak bisa dibenarkan. Mari kita berdoa agar para korban mendapat tempat yang indah di syurga. Aamiin!,” ucap orang nomor dua di Kota Depok itu.

MAULANA SAID

Share.

About Author

Comments are closed.