Terdakwa Tedja Widjaya Ngaku Sudah Bayar, Hakim: Tunjukkan Buktinya

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fedrick Adhar, SH, MH kembali menghadirkan terdakwa Tedja Widjaya pada persidangan lanjutan kasus 378 KUHP, di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Jl. Gajah Mada, Jakarta Pusat, Rabu (9/1).

Agenda pada sidang itu masih lanjutan mendengarkan saksi korban Rudiono Darsono, yang mana pada persidangan hari sebelumnya diskor karena waktu sudah menjelang malam.

Jadi, sidang itu yang melontarkan pertanyaan hanya kuasa hukum terdakwa dan JPU. Karena pada persidangan sebelumnya, sudah giliran majelis hakim. Oleh karena itu, sebelum pertanyaan dilontarkan kuasa hukum terdakwa, Ketua Majelis Hakim Tugiyonto, SH sudah memperingatkan kuasa hukum terdakwa maupun JPU, agar tidak melontarkan pertanyaan yang sudah di pertanyakan majelis hakim.

Rudiono Darsono dalam keterangannya menyebutkan pihaknya tertarik hendak menjual sebagian lahan lokasi Kampus Universitas 17 Agustus 1945 (UTA’45) Jakarta oleh karena janji-janji manis Tedja Widjaja. Pembayaran dijanjikan dengan membangun sebagian gedung kampus UTA’45. Selain itu, pembayaran akan dilakukan dengan bank garansi. Jadi pembayaran tidak akan tersendat-sendat.

“Namun sampai saat ini tidak ada pembayaran. Bank garansi itu tidak pernah diwujudkan,” kata Rudyono Darsono, menjawab kuasa hukum terdakwa.

Menerima kenyataan pahit itu, pihak Rudiono Darsono sempat mensomasi terdakwa agar kewajibannya terhadap Yayasan UTA’45 dipenuhi. Tetap tidak diindahkan Tedja Widjaja walau dibuat pengakuan belum pernah melakukan pembayaran atas hutang pembelian tanah lokasi kampus UTA’45.

Rudiono Darsono mau menandatangani sejumlah akta jual beli, karena mereka juga membuat perjanjian dengan terdakwa bahwa tidak akan membalik nama tanah tersebut sebelum dilakukan pembayaran /lunas. Kenyataannya terdakwa Tedja Widjaja bekerjasama dengan oknum pejabat UPPTD Tanjung Priok memecah PBB P-2 tanah milik UTA’45 tersebut. Itulah salah satunya hal yang mendorong UTA’45 melaporkan Tedja Widjaja dan oknum pejabat UPPTD Tanjung Priok ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Saya terpaksa tandatangan AJB karena pembayaran tidak bisa diselesaikan apabila proses balik nama tidak bisa dilakukan,” tutur Rudiono.

Saksi Rudiono menyangkal bahwa terdakwa Tedja Widjaya sudah memberikan pembayaran langsung kepadanya. Tapi terdakwa ngotot mengatakan sudah dibayarkan.

Oleh karena itu, Ketua Majelis hakim menyarankan agar para pihak menunjukan bukti-bukti dengan disertai penjelasan lampirannya.

Ketua Dewan Pembina Yayasan UTA’45 Rudiono Darsono memuji Ketua Majelis Hakim PN Jakarta Utara pimpinan Tugiyanto SH MH. Dia menilai majelis hakim tersebut benar-benar netral memimpin persidangan sehingga pertanyaan-pertanyaan penasihat hukum terdakwa Tedja Widjaja tidak “ngelantur” ke mana-mana.

“Saya kagum melihat cara ketua majelis hakim memimpin persidangan. Beliau sampai mengulang pertanyaan penasihat hukum agar mudah dipahami,” kata Rudiono Darsono usai memberikan keterangan sebagai saksi korban dalam sidang lanjutan kasus penipuan dan penggelapan dengan terdakwa Tedja Widjaja.

Ketua majelis hakim terpaksa menengahi pembela dengan saksi korban Rudiono Darsono atau antara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fedrick Adhar SH MH agar tidak terlibat debat kusir, yang dimulai tim pembela terdakwa. Pembela terkesan mencoba memancing emosi saksi korban dengan pertanyaan-pertanyaannya.

“Penasihat hukum memiliki surat dakwaan kan. Pertanyaan-pertanyaannya jangan menyimpang dari surat dakwaan. Itu kan yang hendak dibuktikan dalam persidangan ini. Jadi pertanyaan yang diajukan yang substansif saja, jangan memancing debat kusir, tidak ada habisnya nanti,” kata Ketua Majelis Hakim Tugiyanto mengingatkan tim penasihat hukum terdakwa Tedja Widjaja,  Humprey Djemat Cs.

Tedja Widjaja dipersalahkan melanggar Pasal 378 dan 372 KUHP dan merugikan Yayasan UTA’45 Rudiono Darsono Rp 65 miliar lebih. Belum lagi dugaan penyuapan pejabat negara dalam rangka pemecahan surat-surat tanah yang dilegonya, bakal terungkap manakala saksi fakta Bambang Prabowo memberikan keterangan di persidangan.

THOMSON

Share.

About Author

Comments are closed.