Mochamad Andy Berjuang Mencari Putri Kandungnya Aira

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, KOTA DEPOK – Kendati sudah ditangani oleh Unit PPA Polres Depok, keluarga ibu (RSW), kakek (BR) serta nenek menghilang. Mereka menghilang diduga karena menghindari proses hukum atas dugaan tindakan kekerasan dan diskriminasi anak dibawah umur.

“Bahkan juga dengan sengaja menghilangkan jejak keberadaannya demi menjauhkan sang anak (Andy Qalesya Aira Kirana/Aira) dengan Ayah Kandungnya Mochamad Andy 
Irvan, sejak bulan Juni 2018 hingga saat ini.

“Sebab, memang kondisinya sudah berpisah sejak tahun 2015 dan selama ini mantan istri dan keluarganya menutup total akses terhadap korban serta melakukan intimidasi dan kekerasan terhadap anak saya, apabila ingin bertemu dengannya,” ujar ayah korban Mochamad Andy 
Irvan, Sabtu (17/11), di Depok.

Andy menjelaskan, bahwa sampai saat ini dirinya tidak mengetahui keberadaan Putrinya (Andy Qalesya Aira Kirana/Aira) dikarenakan keluarga korban (Ibu/RSW-Kakek/BR-Nenek) sudah mengosongkan tempat tinggal dan membawa korban sejak bulan Juni 2018 tanpa pemberitahuan sebelumnya dan tidak melapor ke pihak lingkungan.

“Jadi, memohon kepada masyarakat luas apabila mengetahui atau melihat keberadaan keluarga korban dan korban agar dapat menghubungi di 082111303490,” jelasnya.

Andy menambahkan, bahwa dirinya tidak akan berhenti berjuang demi bersama dengan putri nya, apalagi diduga telah mengalami tindak kekerasan yang dilakukan berjamaah itu.

“Untuk itu, kami akan terus mencari keberadaan korban, serta memohon kepada masyarakat apabila mengetahui keberadaan keluarga korban dan korban agar dapat memberikan informasi di 082111303490,” tandasnya.

Ditempat yang sama, Teddy Indra Mahesa, S.H. selaku Penasehat Hukum ayah korban Mochamad Andy 
Irvan, menjelaskan, bahwa berdasarkan keterangan salah satu saksi Ibu RPJ bahwa korban pernah mengadu kepada Ibu RPJ bahwa korban telah mengalami tindakan pengurungan dan pemukulan oleh keluarga korban apabila mencoba menghubungi klien saya.

“Bahkan juga pengakuan dari ayah korban Mochamad Andy Irvan,putrinya mengalami tindakan kekerasan psikis oleh oknum Kepala Sekolah TK Jamiat Kheir di Depok dan mengalami tindakan kekerasan fisik oleh kakek korban di lingkungan sekolahnya,” jelas Teddy.

Menurutnya, bahwa pihaknya sudah melakukan berbagai upaya persuasif dari tingkat RT, RW, P2TP2A Kota Depok, Babinkamtibmas Polsek Sukamajaya yang pada akhirnya melaporkan mantan istrinya ke Unit PPA Polres Depok pada tahun 2017 lalu dan terjadi kesepakatan mediasi di Unit PPA Polres Depok yang kemudian dilanggar oleh mantan istri kliennya.

“Bahkan, juga sudah melaporkan masalah ini kepihak DPAPMK dan P2TP2A (Dinas Perlindungan Anak Pemkot Depok) pada bulan Juli 2018 perihal tindakan diskriminasi serta tindakan kekerasan fisik dikarenakan terdapat bekas luka pada tubuh korban, Ananda Aira, serta pengakuan korban bahwa tiap kali ingin bertemu dengan ayahnya kerap kali mendapatkan tindakan pemukulan dan dikurung oleh keluarga korban,” tutur Teddy.

Teddy menambahkan, bahwa pihak dari DPAPMK dan P2TP2A Kota Depok telah di janjikan oleh yang bersangkutan (ibu korban/RSW) bahwa akan bersedia di periksa namun kemudian hilang tanpa kabar, kemudian pihak DPAPMK dan P2TP2A menyambangi ke kediaman yang bersangkutan, ternyata sudah kosong. Bahkan bersangkutan tidak melapor ke pihak lingkungan. 

“Oleh karena itu, kliennya memutuskan membuat laporan polisi ke Unit PPA Polres Depok pada tanggal 6 Juni 2018 terhadap mantan istri (RSW) kliennya untuk yang kedua kalinya beserta kakek korban (BR) yang diduga melakukan tindakan diskriminasi dan kekerasan terhadap anak kliennya di lingkungan sekolah, bahwa hingga saat ini telah berjalan 4 bulan perkara tersebut telah ditangani oleh Unit PPA Polres Depok,” pungkasnya.

MAULANA SAID

Share.

Comments are closed.