Presiden Jokowi Pantau Perkembangan Evakuasi Lion Air JT-610

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, BOGOR – Presiden Joko Widodo menyatakan dirinya terus memantau perkembangan evakuasi korban dan pesawat Lion Air JT-610 rute Jakarta-Pangkal Pinang yang diduga jatuh di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10) pagi.

“Saya selalu ikuti terus dari menit ke menit, jam ke jam, perkembangan situasi di lapangan yang berkaitan dengan, terutama korban,” kata Presiden Jokowi usai mengunjungi Pasar Surya Kencana, Bogor, Jawa Barat, Selasa (30/10) malam.
Presiden Jokowi pun mengunjungi Posko Evakuasi Korban Pesawat Lion Air JT-610 di Jakarta International Container Terminal (JICT) Tanjung Priok. Dia meninjau sejumlah barang yang ditemukan di laut oleh tim SAR gabungan. Bahkan, Presiden juga memeriksa sejumlah data di dalam tenda posko bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Kepala Basarnas, M. Syaugi.

Tak hanya itu, Pada Senin sore (29/10), Presiden juga menyambangi posko darurat pencarian pesawat Lion Air Jt 610 di Bandara Soekarno Hatta.

Presiden Jokowi menyampaikan pemerintah akan berupaya keras menemukan badan pesawat PK-LQP dengan menerjunkan tim SAR selama 24 jam dengan dukungan puluhan kapal pencari.

“Pertama-tama saya ingin menyampaikan duka mendalam atas musibah yang terjadi pada pagi tadi. Kita semua sangat tahu perasaan para keluarga penumpang yang menunggu informasi, yang menanti kabar terutama dari Basarnas,” kata Presiden Jokowi, saat kunjungan di Terminal I, Bandara Soekarno Hatta.

Tim SAR terus mencari keberadaan badan pesawat bernomor registrasi PK-LQP itu yang terakhir hilang di radar pada koordinat di 05 46.15 S – 107 07.16 E.

Pesawat type Boeing B737-8 Max milik operator Lion Air diduga jatuh saat terbang dari Bandar Udara Soekarno Hatta, Banten menuju Bandar Udara Depati Amir di Pangkal Pinang dengan membawa 178 penumpang dewasa, satu penumpang anak-anak dan dua bayi dengan dua Pilot dan lima pramugari.

Pilot pesawat Lion Air JT-610, Bhavye Suneja sempat meminta izin untuk kembali mendarat (“return to base”) di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta.

Sumber: ANTARA

Share.

Comments are closed.