Ditreskrimum Polda Jatim Berhasil Bekuk 2 Pelaku Spesialis Curanmor

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim berhasil bekuk dua pelaku komplotan Curanmor disertai dengan pemberatan (Curat) di wilayah Jawa Timur. (Dok. RadarOnline.id)

RadarOnline.id, SURABAYA – Subdit III Jatanras Direktorat reserse kriminal umum (Ditreskrimum) Polda Jatim berhasil melakukan penangkapan terhadap dua pelaku komplotan spesialis Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) disertai dengan pemberatan (Curat) yang kerap beraksi antar kota di wilayah Jawa Timur.

Kedua pelaku yang berhasil diringkus petugas yakni, M Imron alias Baron (36) asal Pasuruan, dan M Solikin (32) asal Kota Malang. Baron ditangkap di rumahnya, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu (22/9) lalu.

“Dalam hal ini tim Jatanras melakukan penangkapan terhadap pelaku jaringan curanmor yang kerap beraksi di wilayah Jawa Timur khusus roda dua dan roda empat, ada dua pelaku yang kita amankan, dan empat pelaku diantaranya masih dalam perburuan petugas kepolisian,” papar AKBP Leonard.

Sementara Solikin, ditangkap pada hari Kamis (4/10/2018), setelah dilakukan pengembangan oleh tim reserse Ditreskrimum Polda Jatim. Keduanya diketahui dalam satu jaringan.

“Ini merupakan satu jaringan atau kelompok M Imron dan Solikin bersama-sama dengan 5 orang temannya yang sampai sekarang masih dalam pencarian rekan-rekan dari Jatanras ini ada 4 pelaku yang masih kita kejar,” tegas Kasubdit III Jatanras Polda Jatim AKBP Leonard M Sinambela.

Komplotan spesialis Curanmor dan Curat tersebut beranggotakan enam orang, empat diantaranya masih dalam perburuan petugas kepolisian. Yakni, M (36), J (45), A (30) dan AMBN (40).

Komplotan ini diketuai oleh Imron alias Baron, yang juga sebagai penadah hasil kejahatan mereka, “Semua hasil curian oleh jaringan ini semua dijual ke saudara Mohamad Imron ini. Jadi dia pemain sekaligus penadah,” lanjut AKBP Leonard.

Tak hanya itu, barang hasil kejahatan sebagian dibawa kemadura untuk dijual, “Untuk barang bukti roda empat itu semua masih dibawah penguasaan Baron, sedangkan yang roda dua sebagian sudah dijual oleh pelaku ke Madura,” jelas Leonard.

HOLIDY

Share.

Comments are closed.