Ditreskrimsus Polda Jatim Tangkap Pelaku Pengunggah Postingan Hoax

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, SURABAYA – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim melalui Subdit V Cyber Crime berhasil tangkap pelaku pengunggah postingan kabar bohong atau Hoax.

Kemudian petugas ringkus palaku berinisial UUF (25). Perempuan asal Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, karena sengaja mengunggah postingan yang berisi kabar bohong atau Hoax akan terjadi gempa besar di Pulau Jawa melalui akun Facebook miliknya bernama Uni Unique Febrian.

Postingan yang sempat viral tersebut berisi berita bohong atau hoax mengenai gempa bumi di Sulawesi Tengah dan diprediksi juga akan terjadi gempa lebih besar di Pulau Jawa.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jatim meringkus pelaku penyebar berita Hoax sebagai tindak lanjut perintah Presiden Joko Widodo agar jajarannya segera mengamankan para penyebar kabar bohong pasca musibah gempa di Sulawesi Tengah.

“Ini kami tindak lanjuti perintah Presiden yang terkait banyaknya penyebaran Hoax pasca daripada gempa di Palu, Sulawesi Tengah,” jelas Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan.

Ada tiga kabar bohong yang disebar pelaku UUF ini. Yakni, ia menulis Gempa maha dahsyat sampai 9,5 SR akan melanda Indonesia, LIPI mewaspadai akan terjadinya gempa dengan kekuatan skala besar khususnya di Pulau Jawa beberapa waktu kedepan, dan pelaku ini berharap penduduk Bandung Utara serta Jakarta waspada serta menyiapkan perbekalan untuk mengantisipasi gempa tersebut.

Pada hari Selasa (2/10/2018) malam setelah tiga kabar bohong terkait gempa Lombok dan prediksi akan terjadi gempa di Pulau Jawa berikut video gempa bumi yang terjadi di Indonesia viral melalui akun Uni Unique Febrian di Facebook milik tersangka.

“Ia (tersangka) menyampaikan akan terjadi gempa dengan kekuatan skala besar khususnya di Pulau Jawa kedepan, ini yang disampaikan di Facebook,” lanjut Irjen Pol Luki Hermawan.

Kapolda Jatim juga menegaskan, pihaknya akan terus memburu penyebar kabar bohong bersama tim saber patrol yang telah dibentuk. Sehingga diharapkan masyarakat tidak akan lagi menyebarkan kabar bohong terutama soal gempa melalui media sosial.

Ketika tersangka ditanya Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengenai dari mana dan untuk apa kabar bohong itu ia unggah di akun Facebook miliknya, tersangka menjawab agar masyarakat mengantisipasi bila gempa terjadi, “Agar masyarakat siap, postingan itu saya dapat dari grup whatsapp, saya kira benar,” kata UUF dengan nada menyesali perbuatannya.

HOLIDY

Share.

Comments are closed.