Masturiyono Sudah Ditetapkan Tersangka

0
3349

Prof. Dr. Edvin Aldrin saat menjadi saksi di PN Jakpus.

RadarOnline.id, JAKARTA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat sudah menetapkan Dr. Maturiyono sebagai tersangka korupsi pengadaan Alat Sistim Moniroting Precusor Gempabumi (SMPG) di Kantor Pusat Badan Metrologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kemayoran, Jakarta Pusat. Hal itu dikatakan Kasi Pidsus Kejari Jakarta Pusat Dwi Susilo SH yang didampingi Kasubsi Oman, SH kepada RadarOnline.id, Kamis (16/8).

“Sudah kita tetap kan tersangka, ini penetapan, ini sprindiknya. Jangan curiga dulu. Kita bekerja secara profesional dan disesuaikan dengan SDM yang ada,” ucap Kasi Pidsus menyakinkan dan mengungkapkan bahwa anggota tim penyidiknya sangat terbatas.

Ketika ditanya siapa lagi yang akan ditetapkan jadi tersangka, Susilo masih merahasiakannya. “Sabar saja dulu, tepat pada waktunya akan dikasih tahu,” katanya, menghindari pertanyaan lebih lanjut.

Dari hasil pengamatan RadarOnline.id dipersidangan kasus korupsi BMKG itu, masih ada sejumlah orang yang berpotensi dijadikan tersangka. Seperti Dirut CV. Handytech II, Komisaris CV Handytech II, dan sejumlah orang lainnya.

Sebelumnya diberitakan: Kajati DKI Jakarta Tony T. Spontana SH agar memerintahkan Kajari Jakarta Pusat Kustadi SH menetapkan KPA pengadaan Alat SMPG (Dr. Masturyono dan Prof. Dr. Edvin Aldrin) Direktur Utama Cv. Handytech II, Nur Azizah Putri Utami (anak dari Dr. Masturyono), karena ketiga orang tersebutlah yang menjadi pengambil keputusan dalam korupsi pengadaan tersebut.

RadarOnline.id mengajukan konfirmasi kepada Kajari Jakarta Pusat terkait sejumlah nama yang belum ditingkatkan penyidikan nya dalam kasus korupsi pengadaan Alat Sistim Monitoring Precursor Gempa bumi, yang mengakibatkan kerugian keuangan negara Rp.1,6 miliar. Saat ini, baru dua orang yang sudah diproses dipersidangan dalam kasus korupsi tersebut, yakni Erikson dan Wahyu. Kedua orang tersebut didakwa melanggar Pasal 2 UURI No.31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

THOMSON