Terdakwa Korupsi Melancong?

0
367

RadarOnline.id, JAKARTA – Terdakwa Korupsi Pemecah ombak atas nama Drs. Junjungan Tambunan “Melancong” ke Jakarta?. Informasi keberadaan terdakwa Junjungan Tambunan itu di Jakarta terpantau RadarOnline.id, Senin, 30 Juli 2018 di RSCM Kencana, Jakarta. RSCM Kencana ini adalah Rumah Sakit VVIV di Indonesia.

Sesuai hasil investigasi di RSCM Kencana bahwa Junjungan Tambunan tidak tercatat sebagai pasien rawat inap pada hari Senin, 30 Juli 2018 itu. Nama Junjungan tercatat di bagian resepsionis RSCM Kencana melakukan Ceck-Up. “Disini tercatat hanya kunjungan saja pak. Kalau rawat inap tidak tercatat disini. Jika bapak mau tahu tentang perawatan inap, coba dikonfirmasi ke bagaian rawat inap,’ ujar petugas resepsionis.

Setelah tim investigasi mengkonfirmasi ke bagian rawat inap ternyata nama Jungjungan Tambunan tidak terdaftar sebagai pasiean rawat inap. “Maaf Pak, pada hari Senin (30/7/18) itu nama Junjungan Tambunan tidak terdaftar di admin sebagai pasien rawat inap,” ujar petugasnya.

Dari jawaban bagian administrasi rawat inap itu, jelas bahwa Junjungan Tambunan tidak sedang dalam keadaan sakit berat/genting yang harus mendapatkan pertolongan khusus dari seorang dokter/RS spesialis.

Oleh karena hanya melakukan ceck-up, maka muncullah pertanyaan. Ada apa? Apakah seorang terdakwa korupsi bebas memilih rumah sakit untuk melakukan check-up?

Drs. Junjungan Tambunan menjadi terdakwa korupsi kegiatan proyek Pemecah Ombak Penimbun Pantai di Desa Likupang pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Minahasa Utara Utara.

Junjungan Tambunan didakwa primer Pasal 2 ayat (1) UURI No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (TIPUKOR) sebagaimana telah diubah dengan UU RI, No.20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan TIPIKOR, Subsider Pasal 3, Jo Pasal 18 UURI No.20 Tahun 2001, Jo Pasal 55 ayat 1-ke (1) KUHP.

Untuk itu perlu Menteri Hukum dan Ham memerintahkan Dirjen Pas yang membawahi RUTAN Manado melakukan pemeriksaan kepada Ka. RUTAN manado. Perlu juga RUTAN menyediakan Para medis agar kesehatan tahanan terjamin.

Tetapi, jika seandainya Junjungan Tambunan sakit dan dokter RUTAN tidak memiliki Sara dan prasarana medis, apakah tidak dapat dibantarkan pemeriksaan kesehatannya di Rumah Sakit yang ada di Manado? Atau di RS Sulawesi Utara? Ada apa hanya untuk ceck-up ke Jakarta?

Untuk pelayaan yang berkeadilan, RadaraOnline.id berharap, Mahkamah Agung yang membawahi Pengadilan Negeri Manado , melakukan pemanggilan kepada Ketua Pengadilan Negeri Manado, apakah ada pembantaran terhadap terkwa Drs. Junjungan Tambunan? Dan apakah pengadilan mengetahui kalau terdakwa Junjungan Tambunan melakukan perjalanan ke Jakarta?

Kepada Jaksa Agung yang membawahi Kejaksaan Negeri Negeri Manado selaku eksekutor pembantaran melakukan dan menurunkan tim investigasi untuk mengaudit apakah ada penyimpangan prosedur dalam kunjungan seorangan terdakwa itu?

THOMSON