Mencari Keadilan, Keluarga Korban Datangi Propam Polda Jatim

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, SURABAYA – Kepolisian Resort (Polres) Sampang Madura, dinilai lamban tangani kasus penganiayaan terhadap, Solihin (20), Jawir (16), Fadlillah (18). Ketiganya warga Dusun Caker, Desa Taman Sareh, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang.

Setelah terjadi penganiayaan, salah satu pihak keluarga korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polres Sampang Nomor : LP/B/124/V/2018/JATIM/Polres tanggal 19 Mei 2018. Yakni, Mohammad Shobur (22) mengatakan, pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut. Namun, hingga kini pelaku masih lalu lalang di rumahnya.

“Padahal kasus ini sudah hampir 3 (tiga) bulan lamanya dilaporkan di Mapolres Sampang pada 19 Mei lalu, tidak ada tindak lanjut sampai sekarang hampir menginjak 3 bulan tapi proses masih belum ada tindak lanjut,” ujar Mohammad Shobur.

Dikatakan Shobur, petugas polres sampang engan menangkap para pelaku penganiayaan tersebut. “Dari pihak kepolisian bilang pelaku suruh pancing keluar, setelah dipancing keluar anaknya tidak ditangkap, alasan akan ditangkap di rumahnya. Tapi dari pihak polisi bilang kabur, warga kampung tahu semua kalau pelaku berkeliaran tiap hari di rumahnya,” jelas Shobur.

Kekecewaan keluarga korban memuncak lantaran korban mengalami luka parah pecah dibagian kepala sisi kiri hingga terdapat 28 jahitan. Selain itu, korban juga sering mengeluh sakit hingga harus keluar masuk rumah sakit.

“Bahkan solihin (korban) sering mengeluh kesakitan dibagian kepala, pada 28 Juli 2018 kembali dirawat di rumah sakit dan baru dibawa pulang kemarin, akibat luka dibagian kepala sering sakit sakitan dan keluar masuk rumah sakit,” kata Shobur.

Karena belum ada tindakan dari pihak Kepolisian Resort (Polres) Sampang salah satu keluarga korban mendatangi Propam Polda Jatim guna mendapatkan keadilan.

“Saya kesini untuk menuntut suatu keadilan karena saya yakin aparat dan hukum masih memegang perannya, saat ini saya mengajukan laporan langsung ke Propam Polda Jatim,” papar Mohammad Shobur.

Untuk itu pihaknya berharap agar pelaku segera ditangkap, sehingga pelaku bisa mempertanggung jawabkan perbuatannya, “Harapan saya semoga secepatnya ditindaklanjuti dan hukum ditegakkan pelaku diadili, karena ini bukan berbicara tentang keadilan dan kebenaran. Saya meminta keadilan dan kebenaran,” pinta Shobur saat diwawancarai di Mapolda Jatim.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Heri saat dihubungi via telepon terkait kasus penganiayaan pada 19 Mei 2018 lalu, mengatakan bahwa dirinya tidak tahu dan perlu memastikan terlebih dahulu. “Belum saya cek, nanti saya cek. Saya masih diluar,” singkat Kasatreskrim Polres Sampang, AKP Heri, Selasa (7/8).

HOLIDY

Share.

Comments are closed.