Polda Jatim Gelar Ungkap Kasus 3C dan Premanisme

0
141

RadarOnline.id, SURABAYA – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda) Jawa Timur gelar ungkap kasus Curas, Curat, Curanmor, dan premanisme serta kejahatan jalanan di wilayah Jawa Timur.

Sepanjang bulan Mei hingga Juli 2018, terdapat sekitar 5.723 kasus premanisme, 637 kasus masuk dalam proses hukum sementara sisanya dilakukan pembinaan.

Sesuai arahan dari Mabes Polri, “Bareskrim Mabes Polri meminta agar kepolisian menggelar operasi serentak diwilayahnya, terutama 3C dan premanisme,” ujar Kapolda Jatim, Irjen Pol Drs Machfud Arifin.

Sementara total keseluruhan kasus 3C dan premanisme yang ditangani Polda Jatim, termasuk beberapa kasus kejahatan jalanan seperti hipnotis pada tiga bulan yang sama, disampaikan Kapolda ada sekitar 1.338 kasus.

Pelaku mencari sasaran pada pagi hari dengan target ibu-ibu yang melakukan giat di depan rumah, pasar, pelaku berpura-pura menanyakan alamat dan langsung menarik perhiasan yang digunakan korban.

Serta Pelaku mencari korban perempuan yang mengendarai sepeda motor, dan mencari korban perempuan yang menggunakan HP di jalan.

“Jumlah tersangkanya 3.541 tersangka, ada juga kasus di Malang kemarin ibu-ibu yang diseret dijalanan itu pelakunya sudah ditangkap oleh Polres Malang dan dilakukan penyidikan,” kata Irjen Pol Drs Machfud Arifin.

Tak hanya itu, Kejahatan jalanan tindak kriminalitas yang dilakukan oleh komplotan preman jalanan yaitu ‘Sakram’, dengan modus memberi kawalan pada kendaraan angkutan barang, belakangan aksi pemerasan dengan merampas sejumlah surat berharga kendaraan pun dilakukan kelompok ini.

Karena cukup meresahkan, Polda Jatim melalui Sibdit Jatanras kemudian membekuk para pelaku, “Ini kelompok Sakram penjahat yang cukup sadis. Kemudian Curanmor dan pencurian mobil, kemudian beberapa pelaku yang punya spesialis pecah kaca mobil,” paparnya.

Untuk kejahatan pecah kaca pelaku mencari sasaran mobil yang diparkir di rumah makan atau perkantoran dan melihat barang yang ada di daiam mobil, bila terdapat barang pelaku memecahkan kaca dengan cara melemparkan serbuk busi yang sudah dipersiapkan pelaku dalam melakukan aksi kejahatan.

Kasus pencurian dengan cara pecah kaca mobil tersebut dilakukan oleh tersangka lebih dari 30 TKP, “Dua pelaku spesialis pecah kaca berhasil menggondol barang berharga dari dalam mobil hanya hitungan detik,” lanjut Kapolda Jatim Irjen Pol Drs Machfud Arifin.

Dalam melancarkan aksinya, pelaku hanya bermodal keramik atau pecahan busi. Ini terungakap, setelah pelaku memperagakan bagaimana cara memecahkan kaca hanya hitungan detik, dihadapan Kapolda dan Pejabat Utama Polda Jatim.

HOLIDY