Insiden Pengeroyokan Terhadap Wartawan Kembali Terjadi

0
329

RadarOnline.id, TANAH JAWA – Kekerasan terhadap Jurnalis kembali terjadi. Kali ini menimpah salah satu wartawan media online di Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun. Ia dikeroyok lebih dari saru orang. Pengeroyokan itu terjadi saat wartawan media online hendak mengambil gambar dan melaksanakan tugas peliputan dilokasi proyek revitalisai jalan lintas Siantar-Hutabayu.

Penyerangan terhadap seorang wartawan sudah sering terjadi, seakan-akan Undang undang Pokok Pers No 40 Tahun 1999 tentang Pers tidak berlaku. Sementara wartawan dapat menyimpulkan suatu berita yakni apa yang dilihat dan didapatkan dari lokasi atau tempat kejadian.

Anehnya proyek dengan pagu anggaran milliaran rupiah diduga asal dikerjakan tanpa Bill Quantity (BQ) yang sudah ditentukan. Disamping itu, dalam pantauan RadarOnline.id adukan semen asal asalan tanpa takaran atau ukuran.

Panjang pekerjaan mencapai 7 kilometer dengan anggaran milliaran rupiah tanpa papan proyek. Saat di wawancara salah satu pekerja mengatakan, saya tidak tau Pak mengenai papan proyek. “Tanya saja sama mandor/kepala tukang,” kata pekerja yang tidak mau menyebutkan namanya.

Menurut keterangan, Insiden penyerangan/pengeroyokan terhadap diri JRS (51) terjadi pada Sabtu (6/7) pukul 16.00 WIB di Nagori Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah jawa, Kabupaten Simalungun, saat itu JRS sedang mengambil foto adukan semen dan pasir.

“Tidak seharusnya campuran itu kebanyakan pasir, diduga tidak sesuai BQ,” kata JRS kepada wartawan RadarOnline.id lewat ponselnya, Rabu (11/7) 

Pengeroyokan terhadap dirinya lebih dari satu orang, ada yg bawa batu besar, cangkul dan mencekik dan menjatuh saya keparit, dan dimaki-maki, dihujat, kubakar. “Kau tanya, kami matikan kau disini,” kata salah satu pengeroyok.

Atas insiden tersebut, JR langsung melaporkan ke Polsek untuk membuat laporan pengeroyokan. Setelah di BAP (Berita Acara Pemeriksaan) JRS langsung menuju Puskesmas Tanah Jawa didampingi aparat kepolisian.

JRS berharap, aparat kepolisian tidak diam atas insiden ini. “Tangkap dana penjarakan pelaku, sesuai peraturan yang berlaku,” ucapnya.

RANTO MAANULLANG