Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Bekuk Pelaku Penipuan Ojek Online

0
112

RadarOnline.id, SURABAYA – Seorang Kakek pelaku penipuan kendaraan bermotor milik tukang ojek online akhirnya diringkus Petugas Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, pelaku memesan Ojek Online secara Offline tersebut kepada para korbannya.

Terbongkar modus pelaku bermula dari adanya laporan tukang ojek online bernama Dodik Prasetyo (44) warga Dusun Sanggar, Desa Besuki, Sidoarjo. Dan Sugeng Riyanto (42) warga jalan Melati, Desa Deyeng, Kediri. Serta Sumarsono (4O) warga Kendangsar, Surabaya. Melaporkan motornya telah dicuri oleh pelaku berinisial AR (58) warga Pasuruan.

Dari laporan para korban penipuan ojek Online tersebut, kemudian dilakukan cek TKP dan dilakukan lidik oleh Team Resmob Polres Pelabuhan Tanjung Perak, “Dari hasil lidik petugas mendapatkan petunjuk adanya bukti yang dirangkai dengan hasil Penyelidikan sehingga mengerucut kepada seorang pelaku berinisial AR,” ujar Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto.

“Kemudian, petugas melalukan pengejaran terhadap pelaku dan berhasil diamankan di rumahnya daerah Pandaan, Pasuruan. Pelaku beserta barang bukti di bawa ke Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya,” lanjut Antonius Agus Rahmanto.

Berawal saat pelaku mencari sasarannya ojek online dengan cara memesan melalui aplikasi, hingga mendapat kepercayaan dari korban pada saat pertemuan berikutnya pelaku memesan melalui offline.

“Diawali dari pelaku ini order ojek online melalui aplikasi, kemudian pemesanan berikutnya pelaku menghubungi pengemudi ojek tersebut untuk minta dianter secara langsung dalam artian tidak memakai aplikasi,” jelas AKBP Antonius Agus Rahmanto.

Pelaku tersebut sambil menceritakan ketika diantar seolah-olah pelaku sedang bisnis jual beli rumah dan mobil untuk meyakinkan korbannya, dengan iming iming kalau berhasil ada untung nanti tak kasih bagian.

“Dari cerita tersebut sehingga membuat calon korbannya semakin semangat ketika dihubungi lagi keesokan harinya langsung datang tanpa proses order cara online yang seharusnya dilakukan oleh korban sebagai pengemudi ojek online itu,” terangnya.

Pada saat perjalanan sepi dengan mudah pelaku pinjam motor korbannya, “Kemudian dia (pelaku) bilang ke pengemudi ini, taj pinjam dulu motormu beli rokok sebentar ke depan aja ada klien yang nunggu di depan gang,” lanjut AKBP Antonius Agus Rahmanto.

Korban pun percaya dengan omongan yang disampaikan AR. Namun setelah menunggu lama, motor miliknya itu tak kembali.

“Tentunya dalam hal ini tidak lanjut, akan bekerja sama dengan perusahaan ojek online tersebut untuk kita menelusuri dari akun-akun pengemudi ojek tersebut. Kita berharap dari perusahaan tersebut bahwa sepeda motor yang hilang kita mendapat laporannya, ini adalah salah satu tersangka yang di dicari,” imbuhnya.

Lanjut dikatakan Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Tinton Yudha Priambodo. Tim mendapatkan beberapa barang bukti diantaranya, 1 buah Handphone, 1 buah lembar KTP Asli an. ABDUL ROCHIM, 1 lembar STNK Sepeda Motor Honda Supra, 1 potong Jaket wama hitam, 1 buah Topi wama hitam, dan 1 unit Sepeda Motor Honda Beat Wama Biru-Putih, tanpa Kunci Kontak.

“Kita mendapatkan sepeda motor korban yang lainnya, dan kita masih dalami hasil pencarian, memang pelaku ini mengakuan setelah dapat sepeda motornya langsung menjual ke daerah Madura di sini masih kita dalami, kita cari, kita kembangkan. Semoga semua sepeda motor hasil kejahatan pelaku bisa kita amankan semua,” tegas AKP Tinton Yudha Priambodo.

Pelaku AR ini sudah melakukan perbuatannya sejak lama kita melihat juga pelaku ini seorang residivis tahun 2010 dia sebagai pelaku penggelapan mobil rental, tahun 2014 dia juga menggunakan juga dengan kejadian yang sama dan objek seperti ini ojek online juga,” lanjut AKP Tinton Yudha.

Atas perbuatannya, pelaku ini disangka Pasal 378 KUHP tentang penggelapan dan penipuan dan pasal 480 KUHP tentang penadahan dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.

HOLIDY