Tim Jaguar Polres Depok Gagalkan Aksi Tawuran Remaja

0
55

RadarOnline.id, KOTA DEPOK – Kepala Tim Jaguar Polresta Depok Inspektur Satu Polusi Winam Agus membenarkan, bahwa pihaknya berhasil mengamankan belasan remaja dengan berbeda kelompok yang diduga hendak tawuran di dua lokasi berbeda daerah Pancoran Mas.

“Jadi selain sejumlah senjata tajam berbagai jenis disita, juga dua buah jimat yang dibungkus sebagai kekebalan aliran, yang mengaku dari aliran Genk Mahesa Kurung.

Artinya info tersebut berkat laporan dari masyarakat setempat. Kami berhasil menggagalkan aksi tawuran antar dua kelompok berbeda tersebut,” ujar Winam, Minggu (24/6) dini hari.

 Menurutnya, bahwa penangkapan pertama anggota sekitar pukul 01.00 WIB, Jaguar memeriksa remaja yang sedang nongkrong di pinggir Jalan Raya Sawangan, Pancoran Mas.

“Jadi, dari lokasi tersebut anggota kita kedapatan dari keempat yang digeledah badan didapatkan dua senjata tajam jenis celurit dan dua orang lagi membawa jimat yang dibungkus,”tutur Winam.

Sedangkan di lokasi lainnya, papar Winam, sekitar pukul 3.30 WIB di Jalan Raya Citayam (Dipo) Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung  sekitar 13 remaja berstatus pelajar SMA  sedang nongkrong langsung digeledah anggota disekitar mereka disembunyikan empat buah celurit.

“Jadi selain senjata tajam yang kita sita sebanyak enam buah dari dua lokasi berbeda yang diduga akan digunakan untuk tawuran tersebut,” paparnya.

Winam juga menjelaskan, bahwa anggotanya juga mensita tiga buah jimat kertas dibungkua digunakan untuk jaga-jaga dan juga katanya bisa kebal dari serangan senjata tajam.

“Jadi, sebanyak 17 orang yang kita amankan dari dua lokasi berbeda langsung dibawa ke Polsek Pancoran Mas untuk diperiksa lebih lanjut. Serta barang bukti enam celurit serta tiga kerta jimat disita sebagai barang bukti,”jelasnya.

Winam menambahkan, bahwa diduga aliran Genk Mahesa Kurung setelah lama tidak terdengar kelompok Mahesa Kurung sebuah geng motor sering buat onar di wilayah perbatasan Depok – Jakarta. Namun ketika jimat dari pelaku mengaku sebagai kelompok Mahesa Kurung tersebut sempat termehek-mehek (nangis) sewaktu anggota menakut-nakuti pelaku mau dibacok.

“Jadi ini tidak masuk akal katanya pelaku bawa jimat untuk bisa kebal senjata tajam. Tapi saat dicandain sama anggota kita katanya mau dites bacok senjata tajam malam menangis,” ucap Winam sambil tersenyum.

Winam mengimbau kepada seluruh dan khususnya bagi para orang tua, untuk tetap mengawasai setiap pergaulan anaknya di lingkungan. “Jadi agar diperhatikan ketika putra putrinya membawa senjata tajam di tempat umum tanpa diketahui digunakan yang wajar. Sebab ini dapat terkena hukum,” imbuhnya.

MAULANA SAID