Kepsek dan Kakek Diduga Lakukan Intimidasi Anak Dibawah Umur

0
57

RadarOnline.id, KOTA DEPOK –  Diduga Kepala Sekolah TK dan Kekek telah melakukan intimidasi terhadap anak dibawah umur berinisial A (7). Kejadian tersebut diceritakan ayah korban yakni, 
Mochamad Andy Irvan menerangkan bahwa pihak kepolisian telah menerima Surat Tembusan darinya. Sebab, dari keterangan A (7) yang mengaku mengalami tindakan kekerasan oleh S, Oknum kepala sekolah TK.

“Benar, anak saya sudah pernah mengalami tindakan kekerasan dan intimidasi. Bahkan sebelumnya juga dilakukan oleh Kakek korban yang berinisial BR di lingkungan sekolah,” ujar orang tua korban, Mochamad Andy Irvan, Sabtu (9/6), di Depok.

Menurutnya, bahwa melalui Kuasa Hukum nya Teddy Indra Mahesa Law Office sudah mengirimkan surat Somasi kepada Oknum Kepala Sekolah (TK Jamiat Kheir) dan menembuskan ke Yayasan Jamiat Kheir Pusat,Dinas Pendidikan Kota Depok, Komisi Perlindungan Anak, Kepolisian Resort Kota Depok, Dewan Kehormatan Guru Indonesia.

“Bahkan, saya juga sudah membuat laporan terhadap kakek korban di Unit PPA Polres Depok. Kendati kondisi saya sudah berpisah dengan istri sejak tahun 2015 lalu. Hingga saat ini mantan istri dan keluarganya sangat tidak kooperatif terhadap akses anak dan melakukan intimidasi terhadap anaknya,” tutur Andy.

Andy juga mengakui, bahwa sudah melakukan berbagai upaya persuasif dari tingkat RT, RW, P2TP2A Kota Depok Babinkamtibmas Polsek Sukmajaya, pada akhimya saya, melaporkan mantan istri ke Unit PPA Polres Depok, pada tahun 2017 lalu. 

“Bahkan, hingga saat ini saya menunggu itikad baik dari Pihak TK Jamiat Kheir Depok – Yayasan Jamiat Kheir Pusat. Namun ketika tidak ditanggapi, maka akan melanjutkan masalah ini sesuai dengan Undan-undang yang berlaku apabila tidak ada itikad baik dari yang bersangkutan dan mendukung Unit PPA Polres Depok dalam hal Iaporan yang dibuat olehnya,” ucapnya.

Andy menegaskan, bahwa dalam kasus  tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Kakek dari anaknya. “Maka saya tidak akan berhenti berjuang demi bersama dengan putri saya apalagi anak saya mengalami tindak kekerasan yang dilakukan berjamaah tersebut,” tandas ayah korban yang sehari-hari berprofesi sebagai Wakil Sekertaris KB FKPPI 10.22 Kota Depok itu.

MAULANA SAID