Panwaslu: Pilgub Jabar Berpotensi Politik Uang Berlangsung Massif

RadarOnline.id, KOTA DEPOK – Jelang Pemilihan Gubernur Jawa Barat (Pilgub Jabar) yang akan berlangsung pada 27 Juni 2018 mendatang. Dinilai di bulan Ramadan 1439 Hijriah ini masa kampanye berpotensi politik uang dan kampanye di tempat ibadah.

“Maka dari itu, kami mengimbau kepada seluruh pasangan calon agar tidak melakukan pelanggaran tersebut,” imbuh Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antarlembaga Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bandung, Hedi Ardia.

Menurutnya, bahwa dari sejumlah potensi pelanggaran yang akan terjadi pada masa kampanye bertepatan dengan bulan suci puasa Ramadhan antara lain kampanye di tempat ibadah dan politik uang dengan kedok sedekah.

“Artinya, kami petakan sejumlah pelanggaran yang rawan dilanggar pada Ramadan ini pertama kampanye di tempat ibadah. Bulan ini banyak aktivitas masyarakat terutama umat muslim dihabiskan di tempat ibadah tersebut,” tutur Hedi.

Dia juga menjelaskan, bahwa selain itu adalah kegiatan sedekah, zakat hingga pemberian Tunjangan Hari Raya (THR). Jadi, kegiatan sosial dan keagamaan itu sangat mulia sekali apabila tidak ditunggangi dengan kepentingan politik praktis untuk mendukung calon tertentu.

“Oleh karena itu, pemberian sedekah ataupun THR akan menjadi pelanggaran pemilu apabila disertai dengan menyampaikan visi dan misi, foto calon hingga ajakan untuk memilih. Kalau mau sedekah ya harus ikhlas tidak perlu ada embel-embel agar penerima sedekah itu untuk memilih calon pemberi bantuan,” jelas Hedi.

Hedi mengingatkan, bahwa peluang paslon dan tim suksesnya untuk melakukan politik uang berbalut sedekah terbuka lebar saat kegiatan bukan puasa bersama, sahur bersama hingga pemberian zakat. “Untuk itu, kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengawasi kegiatan kampanye yang dilakukan paslon dan tim suksesnya di bulan Ramadhan,” imbuhnya.

MAULANA SAID

NO COMMENTS