Antisipasi Pertumbuhan Bisnis, APL Siapkan Pusat Bisnis di Jantung Kota Karawang

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Ie Rina Irawan Manager Marketing Taruma City mengajak para awak media untuk buka puasa bersama di Grand.

RadarOnline.id, Karawang – Rencana pembangunan Bandara Soekarno Hatta II di Karawang telah memasuki periode baru. Pemerintah telah memasukkan agenda tersebut dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Nasional. Keluarnya Peraturan Pemerintah No. 3 Tahun 2017 mengatur pola ruang nasional pembangunan proyek tersebut telah diterbitkan.

Data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Karawang menyebut, Karang akan menjadi Pelabuhan Udara Internasional Pengumpul Primer. Dengan demikian, maka pemerintah berencana menjadikan bandara ini sebagai prasarana penunjang pelayanan Pusat Kegiatan Nasional (PKN) yang melayani penumpang dengan jumlah di atas lima juta setahun.

Dengan rencana tersebut, Jawa Barat akan sejajar dengan sejumlah provinsi di Indonesia yang memiliki lebih dari dua bandara. Daerah ini sejajar dengan empat provinsi lain, yakni Jawa Timur (5 bandara), Kalimantan Utara dan Jawa Tengah (4 bandara), dan Papua Barat (3 bandara).

Dengan adanya proyek ini, dalam beberapa tahun mendatang Karawang akan menjadi kota bisnis dan industri utama di Indonesia. Mengantisipasi hal tersebut, PT Agung Podomoro Land Tbk, mulai mengenalkan pusat bisnis baru di jantung kota Karawang.

“Tahun ini kami meluncurkan superblok di pusat kota. Lokasinya sangat, sangat strategis dan merupakan last piece. Proyek ini merupakan central business district Karawang,” kata General Manager Marketing Taruma City, Ie Rina Irawan dalam acara buka puasa bersama dengan para awak media di Grand Taruma, Kerawang Jawa Barat, Jum’at (18/5).

Rina menjelaskan, Taruma City dikembangkan di atas lahan seluas 5,6 hektare. Kawasan lengkap terpadu ini terdiri atas business park, shop house, Taruma Park, F&B, area, apartemen dan private residential. Pada tahap awal, APL akan memasarkan shop house Taruma Shopping Arcade yang berjumlah 243 unit dengan harga mulai Rp1,8 miliar.       

Shop house ini memiliki dua fasad. Satu menghadap ke jalan raya Taruma Negara, satu muka menghadap ke taman tematik, Taruma Park. Sedangkan hunian mewah yang akan dibangun dalam kawasan tersebut sebanyak 49 unit dan satu tower apartemen dengan 700 unit hunian masuk dalam rencana pengembangan.

Selain faktor lokasi, menurut Ie Rina, salah satu alasan investasi di Karawang adalah terbukanya peluang bisnis di kota itu.

“Peluang usaha di kota Karawang masih sangat terbuka luas. Apalagi ditunjang dengan pertumbuhan ekonomi dan konsumsi rumah tangga yang tinggi, membuat kota ini semakin menarik untuk investasi,” jelasnya.

Ditambah lagi berbagai proyek infrastruktur yang tengah dibangun, baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, akan mengakselerasi kawasan.      
EDISON MUNTHE

Share.

Comments are closed.