Mai Water Melihat Budaya Indonesia Sangat Potensial

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Intan Aprillia M.Kraft Pemilik Perusahaan GISP ASIA dan Mai Water bersama Dewi Sri, Gubernur Distrik Lions Clubs International Distrik 307 A1 seusai menonton Wayang Orang yang dipersembahkan oleh Sanggar Budaya Monas di Gedung Kesenian Jakarta. (Dok. RadarOnline.id)

RadarOnline.id, JAKARTA – Memperingati Hari R.A Kartini Sanggar Budaya Monas bekerja sama dengan Komite Culture & Community Service Lions Clubs Indonesia Distrik 307 A1 menyelenggarakan Pergelaran Wayang Orang “Krido Wanodyo Tama” di Gedung Kesenian Jakarta, Sabtu (21/4).

Intan Aprillia M.Kraft selaku pemilik perusahaan GISP ASIA , PT Gudang Pariwisata Indonesia (GPI) dan Mai Water yang hadir dalam pertunjukan tersebut mengatakan bahwa dirinya yang juga selaku sekertaris Lions Clubs Chapter Centennial Daneswara yang dibentuk tahun 2016 akan mengikuti jejak Suhardani Bustanul Arifin untuk melestarikan Budaya Indonesia.

“Perempuan Indonesia sekarang ini sudah hebat-hebat yang duduk di DPR dan dimana-mana, jadi sudah hebat. Tapi ada yang hebat ada juga sebagian yang kurang hebat dan karena itu kita berupaya yang kurang hebat ini kita bantu agar jadi hebat semuanya, caranya melalui pertemuan-pertemuan, melalui kelompok-kelompok,” kata pendiri Sanggar Budaya Monas, Suhardani Bustanul Arifin.

Menurut Intan Aprilia Sanggar Budaya Monas perlu dilestarikan dan ini merupakan pertujukan yang ke 9 kali menunjukan konsistensinya dalam melestarikan Seni Budaya Indonesia. 

“Mai Water melihat Budaya Indonesia itu sangat potensial sekali jadi kita mau mulai dari air terlebih dahulu untuk mengangkat Mai Water untuk mengangkat dan mengantar Budaya Indonesia. Saya ingin belajar dari bu Suhardani mudah-mudahan bisa bersinergi,” ujar Intan Aprillia M.Kraft.

Intan juga berharap bahwa GISP ASIA, Gudang Pariwisata indoensia (GUPARINDO), Mai Water dan Mai Coklat tetap mendukung budaya ini, dan mudah-mudahan segera bisa membuat pertunjukan yang sejenis. Setidaknya kami sudah mulai dari budaya yang paling dasar yaitu menciptakan produk Mai Water.

“Kebetulan Mai Water sudah memiliki lagu dalam hal ini bisa dikemas dan dinyanyikan dengan lagu Mai Water di Kompilasi dengan beberapa musik daerah. Ini akan menjadi seni dan gerak dari lagu yang akan di kompilasi dengan tarian yang cocok. Kebetulan juga bukan hanya itu saja, kedepan kami akan bentuk seperti ketoprak humor yang lebih bisa mengena kepada masyarakat khususnya anak muda,” kata Intan.

EDISON MUNTHE

Share.

Comments are closed.