RSUD Balaraja Barter Tahan BPKB Motor dengan Mayat Pasien Miskin

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, BANTEN – Pengalaman tragis dipaksa harus diterima oleh keluarga pasien miskin yang dirawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten.

Demi melepaskan mayat atau jenazah istrinya, Dede, yang meninggal di RSUD Balaraja, Sahroni selaku suami, dipaksa harus meninggalkan BPKB motor beatnya, agar mayat istrinya boleh dibawa pulang dari Rumah Sakit.

Menurut Rambe, yang diminta bantuannya oleh keluarga pasien miskin tersebut, Dede dan bayi yang dikandungnya harus meninggal saat mendapat perawatan. Namun akibat tidak mampu membayar kekurangan biaya perawatan, jenazah istrinya sempat ditahan pihak rumah sakit.

“Pasien meninggal dari kalangan miskin. Total biaya perawatan yang disodorkan RSUD Balaraja mencapai Rp 30 juta-an. Padahal pihak keluarga sudah membayar Rp 9.400.000, tapi manajemen rumah sakit tetap ‘menyandera’ mayatnya tidak boleh dibawa pulung,” tutur Rambe, Jumat (20/4).

Rambe mengatakan, padahal sudah ada Surat Keterangan Tidak Mampu atau Miskin dari Kepala Desa dibawa keluarga pasien, tapi Rumah Sakit meminta BPKB motor untuk ditahan sebagai pengganti agar jenazah boleh dibawa pulang.

“Jenazah boleh diangkut ambulans setelah ada kesepakatan BPKB motor ditahan dan salah satu anggota keluarga juga harus tinggal. Namun anggota keluarga tersebut tidak jadi ditahan itu pun karena sempat melarikan diri,” beber Rambe.

Sementara itu, manajemen RSUD Balaraja tidak dapat dimintai keterangan perihal persoalan tersebut. Ketika media online ini menyambangi RSUD Balaraja, Jumat (20/4) tidak satu pun yang bersedia memberikan keterangan.

PESTA TAMPUBOLON

Share.

Comments are closed.