JPU Tuntut Pemilik 1,52 Gram Sabu 9 Tahun Denda Rp800 Juta

RadarOnline.id, SIMALUNGUN – SU alias Nardi Opak (27), warga Huta III Nagori Parlanaan Kecamatan Bandar Kabupaten Simalungun, pemilik 11 paket sabu dengan berat 1,52 gram, dituntut jaksa Pahala Eric SH 9 tahun penjara denda Rp 800 juta subsider 3 bulan di sidang Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Rabu (18/4).

Lansiran SIB.co, menurut jaksa, terdakwa ditangkap anggota Satnarkoba Polres Simalungun pada Sabtu 21 Oktober 2017 pukul 21.30 WIB di Huta III Nagori Parlanaan, Kecamatan Bandar Simalungun. Ketika itu terdakwa usai membagi paket sabu ke dalam 11 kantong plastik bening kecil.Kemudian bersama barang bukti sabu yang dimasukkan ke dalam kaleng vitamin CDR, berikut alat hisap sabu berupa bong, satu timbangan digital, 1 buah kompeng karet, sebuah kaca pirex dan 12 pipet dan uang tunai Rp 400 ribu hasil penjualan sabu diserahkan ke Polres Simalungun untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Terdakwa dipersalahkan jaksa melanggar pasal 112 ayat (1) UURI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.Barang bukti 11 paket sabu dan peralatan hisap menurut jaksa dirampas untuk dimusnahkan dan uang sebesar Rp 400 ribu dirampas untuk negara.

Terungkap melalui fakta persidangan, terdakwa memperoleh sabu sebanyak itu dengan cara membeli seharga Rp 1 juta setelah menyuruh temannya Del (DPO) kepada penjual sabu di Simpang Gambus. Setelah Del menyerahkan satu paket besar sabu kepada terdakwa, lalu membaginya dengan 15 paket dan sudah terjual 3 paket dengan harga Rp 400 ribu.

Atas tuntutan jaksa tersebut, terdakwa didampingi pengacara Kencana Tarigan SH secara lisan memohon agar hakim berkenan meringankan hukumannya dengan alasan sangat menyesal dan tidak mengulangi perbuatannya.

Untuk mendengar putusan majelis hakim diketuai Lisfer Berutu SHMH dibantu panitera Dedi Tambunan SH sidang ditutup dan dibuka kembali pada pekan depan.

OSRAN SIMANJUNTAK

NO COMMENTS