Konsumen Gugat TRAVELOKA

RadarOnline.id, JAKARTA – PT Trinusa Travelindo atau lebih dikenal dengan nama Traveloka di gugat oleh Konsumen lantaran tidak menerbitkan tiket pesawat , dengan alasan kursi pesawat yang dipesan telah melebihi kapasitas.

Gugatan kepada Traveloka dilayangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat oleh Rolas Budiman Sitinjak dan Edy Winjaya melalui Kuasa Hukumnya , Tambos Sidauruk SH dari Law Office RBS & Partners, pada 26 September 2017.

Traveloka digugat dengan dalil melakukan perbuatan melawan hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1365 KUHPerdata dan pelanggaran terhadap UU No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.

Tambos Sidauruk SH selaku Kuasa Hukum Penggugat dalam keterangan resmi, Kamis (19/4) menyampaikan bahwa, kasus ini bermula pada 3 Maret 2017 sekitar jam 10.00 WIB saat Penggugat membeli tiket pesawat Jet Star Air tujuan Jakarta – Singapura untuk penerbangan pada hari Jumat, tanggal 3 Maret 2017 dengan jam keberangkatan pukul 16.35 Wib yang dipesan oleh Staf Penggugat kepada Traveloka.

Selanjutnya, sekitar jam 11.00 wib staf Penggugat melakukan pembayaran biaya pemesanan tiket pesawat Jetstar Air dengan cara mentransfer ke rekening Bank BNI atas nama Traveloka bahwa setelah tiket yang dipesan oleh Penggugat dibayar kepada Traveloka, maka Penggugat mendapat nomor booking atas pemesanan tiket pesawat Jetstar Air tujuan Jakarta-Singapura jam penerbangan 16.35 Wib dengan Booking ID 134756040.

Setelah itu , pada sekitar pukul 12.00 Wib staf Penggugat ditelepon oleh pihak Traveloka dengan menyampaikan bahwa pesawat Jetstar Air tujuan Jakarta – Singapura dengan jam keberangkatan Pukul 16.35 Wib telah melebihi kapasitas, karena kursi pada jam penerbangan yang dipesan sudah tidak lagi tersedia. Lalu, Penggugat pun ditawari oleh Traveloka untuk pengalihan jam penerbangan ke pukul 21.55 Wib, akan tetapi Pengguat tidak bersedia karena harus tiba di Singapura paling lambat jam 21.00 setempat untuk melakukan pertemuan dengan Kliennya.

“ Kalau pun ada pengalihan penerbangan dengan maskapai lain setidaknya berdekatan dengan jam keberangkatan yang dipesan sebelumnya,” papar Tambos.

Tambos menambahkan, seharusnya sebelum Traveloka menyetujui pemesanan tikat dari Penggugat, Traveloka melakukan pengecekan kepada pihak maskapai, apakah kursi pesawat Jetstar Air tujuan Jakarta – Singapura pada jam keberangkatan pukul 16.35 Wib apakah masih tersedia.

“Dengan tidak dilakukannya pengecekan oleh Traveloka kepada maskapai penerbangan, maka hal ini jelas dari bentuk kesengajaan dan atas kesengjaan tersebut hak-hak konsumen dari Penggugat telah dilanggar,” jelas Tambos.

Melalui gugatan ini, Kuasa Hukum Penggugat berharap Pengadilan Negeri Jakarta Barat yang memeriksa dan mengadili perkara tersebut dapat menjatuhkan amar putusan dengan menyatakan bahwa Traveloka selaku Tergugat melakukan perbuatan melawan hukum dan membayar ganti rugi baik secara materil sebesar Rp. 5.358.039,- dan inmmateril sebesar Rp. 350.000.000,-

YENNY

NO COMMENTS